TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Kompromi dengan Keadaan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Sabtu, 06 Maret 2021

Kompromi dengan Keadaan

Kompromi dengan Keadaan

Ilustrasi: Gambar hanya sebagai pemanis


MENJELANG pergantian hari, saya dapat orderan dari kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, menuju Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Saat itu, penumpang kekeh enggan memakai helm dengan alasan khawatir covid 19. 

Meski, saya sudah menawarinya untuk menggunakan hair cap yang bisa melindungi rambutnya. Karena tidak ada titik temu, saya pun ingin cancel.

Namun, ketika hendak menekan tombol batal, justru tangan ini berat. Terutama, mengingat dari sore baru dapat dua orderan. Itu pun jarak pendek, argo minimalis. 

Sementara, orderan ini jarak jauh. Argo kakap. Seketika, saya pun batal untuk meng-cancel dengan catatan penumpang tersebut meski tidak memakai tapi tetap harus memegang helm untuk berjaga-jaga jika ada razia.

Pada akhirnya, untuk kali perdana sejak jadi ojol, saya harus melanggar GBHN. Alias, garis besar haluan ngojek. Bisa dipahami mengingat saya biasanya sangat strict jika ada penumpang yang tidak pakai helm, merokok, dan main hape. 

Entah sudah berapa kali saya meng-cancel hingga menurunkan penumpang di tengah jalan yang melanggar tiga aturan tersebut, terutama dua teratas.

Namun, kondisi saat ini memaksa saya untuk menekan idealisme GBHN tersebut. Ya, kompromi dengan keadaan. 

Bukan soal benar atau salah. Sebab, se-idealis apa pun, tetap kalah dengan urusan dapur. 

Setidaknya, hingga saat ini.***


Artikel Terkait Catatan Harian Ojol (#CHO):

- Jakarta, 6 Maret 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)