TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Antara Afgan

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Antara Afgan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antara Afgan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Februari 2015

Antara Afgan, Sadis, dan Konser Dari Hati


Antara Afgan, Sadis, dan Konser Dari Hati

Afgan Syahreza saat dimintai foto bersama seusai konser (Sumber foto Choirul Huda/ www.roelly87.com)



"Semoga Tuhan membalas semua yang terjadi, kepadaku
Suatu saat nanti
Hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
Hanya aku tempatmu kembali
Sebagai cintamu..."

KOR sepenggal lirik lagu "Sadis" terdengar lirih dari ribuan penonton. Alhasil, paduan suara itu sukses membuat Plannery Hall Jakarta Convention Center (JCC) seperti bergema. Ya, meski berbeda, tapi suara mereka sangat kompak layaknya orang yang sedang terhipnotis.

Itu terjadi dalam sebuah sesi pada konser tunggal Afgan Syahreza bertajuk "Dari Hati". Penyanyi solo berusia 25 tahun ini memang dikenal piawai membuat penontonnya terbuai. Terutama kaum hawa yang didominasi remaja belasan tahun.

Mereka tak segan merogoh kocek sedalam-dalammya demi menyaksikan konser yang berlangsung Sabtu (14/2). Padahal, harga tiketnya bisa dibilang tidak murah untuk musisi dalam negeri. Yaitu, mulai dari Rp 300 ribu untuk tribune, Rp 350 (festival), hingga Rp 1,75 juta (Diamond).

Yang menarik, meski harganya di atas rata-rata, Namun, -menurut Afgan- justru tiketnya sold out! Wajar, mengingat itu merupakan konser tunggal yang perdana bagi  pria kelahiran Bandung ini. Apalagi, acaranya berlangsung di tempat yang merupakan barometer pertunjukan musik selama ini.

"Terima kasih kepada teman-teman semua. Sebab, untuk tiket (pertunjukkan) malam ini sudah terjual habis," tutur Afgan saat jeda. "Konser tunggal bersama Erwin Gutawa Orkestra ini merupakan impian saya sejak kecil yang akhirnya bisa menjadi kenyataan."

Ya, Afgan memulai perjalananya di blantika musik Indonesia sejak tujuh tahun silam. Tepatnya pada 2008 dengan album perdana "Confession No 1" yang melejitkan lagu "Terima Kasih Cinta" dan "Sadis". Hingga kini, Afgan sudah menelurkan tiga album, yaitu "The One" pada 2010 dan "L1ve to Love, Love to L1ve" (2013).

Nah, saya pribadi sebenarnya kurang begitu tertarik mengikuti perkembangan dari pameran Alfa dalam film "Cinta 2 Hati" ini. Bahkan, dari sekian banyak lagunya, yang paling saya kenal hanya satu: "Sadis". Itu pun sejatinya bukan karena sering mendengar. Melainkan karena "Sadis" sudah menjadi bahasa slang di Kaskus yang diplesetkan dari "No Afgan". Alias, jangan pelit saat menawar barang dalam forum jual beli.

Fakta itu pula yang membuat saya awalnya sama sekali tidak tertarik untuk menyaksikan konsernya. Selain mahal, juga karena kurang familiar dengan musik ngepop yang dimainkan Afgan. Namun, itu semua berubah setelah teman di sebuah media cetak menawarkan tiket gratis. Kebetulan, Sabtu, merupakan hari libur yang tentu buat saya bebas untuk bertualang.

Sebelumnya, sejak pagi hingga sore, saya sudah berada di kawasan Senayan yang memang dekat dengan tempat saya bekerja. Yaitu, ketika mengikuti acara Slalom Daihatsu Sirion di Pintu Selatan Senayan.

Jadi, sebelum magrib ketika hendak ke FX sejenak untuk suatu keperluan, saya dihubungi kawan tersebut. Saat itu, beliau mengaku punya dua tiket kelas tribune. Satu untuk dirinya sendiri dan satunya masih belum terpakai. Berhubung penasaran ingin mengetahui suara asli dari Afgan, akhirnya saya pun mengiyakan kembali ke JCC yang terakhir saya datangi saat menyaksikan launching Kompas TV pada 2011.

*       *       *
Konsernya sendiri berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Oh ya, selain Erwin Gutawa, juga ada dua diva yang berkolaborasi dengan Afgan. Kebetulan, bagi saya, mereka sudah tidak asing lagi karena sering menyaksikannya di layar televisi: Rossa dan Sherina.

Ternyata, adagium lawas yang berbunyi "tak kenal maka tak sayang" berlaku untuk saya. Itu karena setelah nyaris tiga jam duduk manis di tribune B, saya harus mengakui bahwa Afgan memang layak disebut salah satu musisi berbakat di negeri ini.

Sebab, pria yang kerap memakai kacamata itu seperti memiliki aura yang kuat di atas panggung. Afgan sama sekali tidak canggung untuk berdialog dengan ribuan penonton meski itu pada konser tunggal perdananya. Apalagi, olah vokalnya tergolong ok mirip Chris Cornel yang merupakan pentolan Soundgarden dan Audioslave. Bahkan, hit legendaris "Bunga Terakhir" yang diciptakan Bebi Romeo sukses dilantunkan Afgan dengan sermpurna.

Selain faktor sang penyanyi, yang membuat saya terkesan selama menyaksikan konser ini adalah tata cahayanya yang sangat luar biasa. Mungkin, sorotan lampu berwarna-warni itu yang membuat Afgan seperti memiliki karisma lebih di hadapan penonton.

Yang pasti, konser "Dua Hati" ini seperti membuka mata saya sendiri. Bahwa, ketenaran Afgan selama ini bukan hanya faktor keunggulan fisiknya saja. Melainkan juga berdasarkan suaranya yang memiliki aura kuat.*


*       *       *
Tata cahaya yang memesona

*       *       *
Desain panggung yang minimalis tapi keren

*       *       *
Kolaborasi dengan Erwin Guatawa Orkestra

*       *       *
Ribuan penonton yang didominasi kaum hawa dengan mayoritas remaja

*       *       *

*       *       *
Sebelumnya:
Titiek Puspa dan Riwayat Panjang Kupu-kupu Malam
Yon Koeswoyo yang Tak Pernah Tua
Di Balik Panggung Mahakarya HUT RCTI ke-25
Grand Launching Kompas TV
Antara Kahitna dan JKT 48 di Haiday 2013

*       *       *

- Cikini, 15 Februari 2015