TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Sisi Lain Konser Coldplay: Mistik, Sedih, Haru, dan Bahagia

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Jumat, 17 November 2023

Sisi Lain Konser Coldplay: Mistik, Sedih, Haru, dan Bahagia

Sisi Lain Konser Coldplay: Mistik, Sedih, Haru, dan Bahagia

Ilustrasi ojol saat menunggu penumpang usai konser Blackpink (Foto: @roelly87)

SEBAGAI sosok yang tumbuh pada dekade 1990-an, tentu saya tak asing dengan Coldplay. Ya, band asal Inggris ini memang  didirikan pada 1996 silam. 

Debut albumnya, Parachutes, rilis pertengahan 2000. Saya mengenal Coldplay sejak MTV masih merajai industri hiburan kala itu bersama Majalah Hai. 

Namun, saya hanya sedikit tahu terkait band yang dipimpin Chris Martin tersebut. Maklum, genre Britpop bukanlah favorit saya yang sejak remaja menyukai rock, alternatif, metal, dan sejenis.

Hingga kini, paling hanya segelintir lagu yang saya kenal dari Coldplay. Misalnya, Shiver yang mengingatkan saya dengan lagu Dewa 19, Persembahan Dari Surga. 

Selanjutnya, Yellow, Don't Panic, In My Place, Fix You, dan Viva La Vida. Udah, itu aja. Ga nyampe 10 lagu.

Bahkan, yang terakhir itu sempat saya kira lagu Ricky Martin yang jadi OST World Cup 1998: La Copa de la Vida.

He he he.

Beda dengan Guns N' Roses yang bisa dibilang khatam dari album debut hingga kini. Maklum, dalam pustaka musik saya, era 1990-an diwarnai "Big Six".

Selain GNR, ada Nirvana, Metallica, Bon Jovi, Red Hot Chili Peppers, dan U2.

Coldplay? Ada di urutan sekian dalam daftar saya. Bahkan, ga masuk 50 besar. 

Di antaranya, Muse, Oasis, Radiohead, System of a Down, Rage Against the Machine, Limp Bizkit, Korn, Linkin Park, Slipknot, hingga Creed.

Ya, namanya juga selera. Subyektif.

Meski begitu, saya tetap mengakui Coldplay sebagai salah satu band terbesar sejak pergantian milenium. Terdapat beberapa indikatornya, mulai dari penjualan album yang mencapai jutaan copy, penghargaan (7 Grammy), hingga penggemar.

Termasuk, di Indonesia yang sukses menuntaskan dahaga lewat konser bertajuk Music of the Spheres World Tour di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), 15 November 2023.

Saya tentu enggan ketinggalan untuk menghadirinya. Namun, bukan jadi penonton, mengingat harga tiketnya yang di luar batas kemampuan saya. 

Melainkan, sebagai ojek online (ojol) yang mengantarkan penumpang. Ya, sama seperti konser-konser artis luar lainnya, saya selalu hadir. Mulai dari Blackpink, Arctic Monkeys, Slipknot, hingga SM Town.

*       *       *

MAYORITAS penumpang yang juga sebagai penonton konser mengacungkan jempol terkait aksi Coldplay. Demikian pengalaman saya saat berbincang dengan 14 customer disela-sela perjalanan.

Pertanyaannya, sebagai penonton, apa kesan Anda terkait aksi Coldplay?

11: Keren banget (78%)
1: Keren (8%)
2: B aja (14%)
0: Jelek

Btw, saya mengajukan pertanyaan ini fakta. Murni sebagai bloger. Tanpa ada tendensi dengan pihak mana pun. 

Meski, saya pantau di media sosial, khususnya twitter, ada kericuhan di beberapa pintu masuk. Hanya, saya tidak lihat langsung. 

Sebab, ojek online harus nunggu penumpang di luar kawasan GBK yang tidak bisa masuk. Itu meliputi di seberang TVRI, FX, Fairmont, JCC, hingga halte MRT Istora Mandiri.

Selain itu, minusnya konser berlangsung pada hari kerja. Jadi, sejak siang, jalanan di pusat kota sudah macet.

Puncaknya, sore yang bertepatan jam pulang kerja. Makin merayap.

Saya aja nganter dari kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Menteng, yang biasanya kurang dari 15 menit, bisa 1 jam! Khususnya di kolong Jembatan Semanggi yang benar-benar ga gerak!

Berbeda dengan konser artis lain. Misalnya, Blackpink yang dua hari tapi pada Sabtu dan Minggu yang tidak bentrok dengan hari kerja.

"Untung ga hujan. Bagus kinerja panitia yang menyewa pawang hingga 'hujannya dimajukan'. Kalo ga, ya ambyar."

Demikian, celoteh penumpang X yang mengaku puas usai menyaksikan Chris berpantun ria. Sehari sebelumnya, Selasa (14/11) memang hujan yang bersamaan dengan pengundian nomor urut capres-cawapres.

Meski cocoklogi, tapi ya dalam setiap event memang tidak lepas dengan hal mistik. Dalam hal ini, melibatkan pawang hujan. 

Tidak hanya konser, bahkan dalam event sepak bola, MotoGP, hingga kampanye pun juga. Percaya ga percaya, tapi keterlibatan pawang hujan memang jadi salah satu elemen pendukung.

Pada saat yang sama, saya juga merasa geregetan saat mendengar pengakuan penumpang yang ditipu. Itu akibat beli tiket di luar official hingga menyebabkan kerugian jutaan.

"Gw ilang 3.5 juta, bang. Gw udah transfer jauh hari, dijanjiin COD pas H-2 hingga Hari-H, eh zonk," ujar remaja asal Serpong dengan menahan sedih.

"Gw datang bertiga dengan kawan yang sama-sama beli via jastip. Ditipu semua. Dua kawan gw akhirnya bisa masuk pas beli lagi yang 4.8 juta sama calo di depan loket. Sayangnya, duit gw ga cukup. Gw cuma megang 2 juta..."

Sebagai sesama manusia, saya sangat bersimpati dengan calon penonton yang ditipu. Hanya, ironisnya ini bukan kejadian yang pertama kali sepanjang 2023. 

Kadang, heran juga kenapa mereka memaksa untuk beli di luar official. Namun, tentu kita ga bisa menghakiminya.

Sebab, namanya penggemar, apa pun dilakukan. Termasuk, nabung sejak jauh-jauh hari kendati akhirnya malah zonk.

Ini jadi pelajaran bagi kita semua, mengingat ke depan bakal banyak artis luar yang konser. Agar, jika ingin membeli tiket secara resmi saja.

Bagaimana jika tidak kebagian saat "war"? Ya, terima saja. 

Itu tandanya belum rezeki. Ketimbang harus berisiko ditipu saat beli dari calo dan sebagainya.

Sekaligus, catatan bagi EO, promotor, dan pemerintah untuk meminimalisir penipuan. Agar, membatasi setiap "war tiket" secara online dengan cukup 1 pembelian per orang.

Tujuannya, tidak ada calo yang beli hingga maksimal empat tiket lalu dijual kembali. Mending kalo mahal itu benar, ini malah banyak menipu calon penonton!

*       *       *

"GIMANA, laris dagangannya?"

"Alhamdulillah, bang. Ini mau balik."

"Lha, belom bubaran. Masih berlangsung konsernya."

"Udah capek bang. Saya dari pagi keliling. Ga apa-apa, ini sisanya saya mau jual di online. Sekaligus ini juga kejar kereta yang terakhir."

Demikian percakapan saya dengan penumpang di Pintu 5 GBK. Customer itu bawa dua koper besar berisi dagangannya.

Mulai dari stiker, kaos, suvenir, gantungan kunci, hingga kipas. Sumpah, saya jadi merinding melihatnya.

Ini anak keren banget!

Mau capek-capek jualan meski masih muda yang sepantarannya di dalam asyik nonton konser. Bagi saya, gadis yang masih belia itu pintar memanfaatkan situasi.

"Bukan dagangan saya, bang. Aslinya punya kakak yang biasa dijual di marketplace. Kebetulan, pas Hari-H saya coba datang. Alhamdulillah, hasilnya lumayan."

Saya mengantarnya ke Stasiun Cawang menjelang pergantian hari. Dara tersebut akan melanjutkan naik kereta ke kediamannya di Bogor.

Sungguh, saya melihat wajahnya yang semringah meski terpancar sedikit lelah. Wajar, mengingat dari pagi menjajakan dagangan sambil kucing-kucingan di area GBK ini tidak mudah.

Salut!

Ya, kehadiran artis, baik dalam maupun luar negeri yang konser, turut menggerakkan ekonomi masyarakat. Selain penumpang tadi yang menjual pernak-pernik Coldplay, juga banyak pedagang yang menjajakan makanan dan minuman.

Selain itu ada sektor lainnya. Termasuk, saya dan ratusan ojol, ojek pangkalan (opang), taksi konvensional dan online, serta lainnya yang turut mendapat rezeki.*** 

*       *       *

- Jakarta, 17 November 2023

*       *       *

Artikel Terkait:

- https://www.roelly87.com/2023/03/blackpink-di-mata-ojol.html

- https://www.roelly87.com/2015/09/nostalgia-20-tahun-bon-jovi-konser-di.html

- https://www.roelly87.com/2020/12/ada-super-junior-di-balik-kehebohan.html

- https://www.roelly87.com/2015/08/kisah-klasik-dalam-konser-sheila-on-7.html

- https://www.roelly87.com/2015/07/20-tahun-tipe-x-sukses-meriahkan.html

- https://www.roelly87.com/2015/06/komitmen-slank-rela-tidak-dibayar-untuk.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)