TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: HUT ke-37 YDBA

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label HUT ke-37 YDBA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUT ke-37 YDBA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 September 2017

Berangkatkan 22 UMKM ke Jepang, YDBA Lanjutkan Beri Kail Bukan Ikan


Sekretaris Pengurus YDBA Mohammad Iqbal bersama Wakil Ketua HAAI
Saharto Sahardjo memakaikan jaket kepada salah satu perwakilan
UMKM yang berangkat ke Jepang
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali memberangkatkan UMKM mitranya ke Jepang untuk mengikuti training The Program of Corporate Management for Indonesia (IDCM) di Kansai Kenshu Center, Osaka. Ini edisi keenam mitra UMKM diberangkatkan YDBA ke Negeri Matahari Terbit.

Tren itu diawali pada 2013 dengan 24 UMKM. Angkatan II dan III pada 2014 dengan 48 UMKM, diikuti batch IV pada 2015 (22 UMKM), dan V pada 2016 (21 UMKM). Tahun ini, yayasan yang dibentuk pendiri PT Astra International, William Soeryadjaya, pada 2 Mei 1980 itu memberangkatkan 22 UMKM.

Fakta itu saya ketahui setelah menghadiri Pelepasan Peserta Training IDCM ke Jepang di Kantor YDBA, Jakarta Utara, Senin (11/9). Sejatinya, saya awam dengan acara ini. Namun, tertarik mengetahui latar YDBA memilih mitra UMKM untuk diberangkatkan ke Jepang.

Yupz, adagium lawas mengatakan, kota Roma tidak dibangun dalam semalam. Alias, mitra UMKM yang terpilih tentunya sudah melalui saringan yang ketat. Keberadaan mereka di negaranya Hidetohi Nakata ini tentu bukan sekadar liburan. Melainkan untuk menerapkan sisi positif dari etos kerja di Jepang.

Ke-22 mitra UMKM YDBA itu berada di Jepang pada 13-26 September. Ini jadi program beasiswa dari pemerintah Jepang melalui Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnership (AOTS) Jakarta.

ATOS ini merupakan organisasi internasional di bawah Ministry of Economy, Trade, anda Industry (METI) Jepang yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia di negara-negara berkembang. Tujuannya, untuk mempromosikan kerja sama teknis melalui pelatihan, pengiriman pakar, dan program lain.

Jika Anda tertarik dengan kontribusi Astra terhadap masyarakat Indonesia melalui YDBA bisa mempelajarinya di situs HebatnyaUKM.org. Kebetulan, saat turut meliput peluncurannya pada 7 Juli lalu di Gedung Astra yang bersebelahan dengan YDBA (artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org).

Terlebih, saya tidak asing dengan YDBA atau Grup Astra. Sebab, sejak 2016 saya sering meliput berbagai acara mereka. Termasuk, ketika yayasan tertua kedua Astra ini menyelenggarakan Konvensi Quality Control Circle (QCC) pada 12 Agustus lalu di ICE BSD, Tangerang (Artikel sebelumnya: #YukNgimprov untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif).

*         *         *

DARI 22 UMKM yang diberangkatkan YDBA itu bergerak di bidang manufaktur dan kerajinan. Dalam dua pekan ke depan, mereka akan mendapatkan pelatihan manajemen perusahaan dan kesempatan benchmarking ke beberapa UKM Jepang.

Diberangkatkannya UMKM ke Jepang ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan kesempatan demi meningkatkan daya saing. Ini sejalan dengan development framework YDBA, yaitu mendorong UMKM menjadi Mandiri.

Program ini juga ditujukan agar peserta memahami karakteristik UMKM "excellence" ke Jepang melalui pembelajaran filosofi manajemen dan proses pengembangan strategi manajemen.

Selain itu, YDBA berharap UMKM mitranya ini mampu menganalisis berbagai masalah yang terjadi di perusahaan-perushaan masing-masing. Serta, dapat memformulasikan rencana penyelesaian. Dalam training ini juga dilaksanakan temu bisnis yang mempertemukan UMKM Jepang dengan UMKM mitra YDBA.

Nah, bagaimana mitra UMKM YDBA untuk bisa mengikuti training ke Jepang? Tentu, mereka harus mengikuti seleksi administrasi dengan melengkapi Pre Training Report yang terdiri dari struktur organisasi dan company profile.

Bidang usaha dari UMKM juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian yang dilakukan AOTS. Itu diungkapkan Sekretaris Pengurus YDBA Mohammad Iqbal dalam sambutannya.

"Kami berharap angkatan enam ini jadi peserta terdepan yang sepulang nanti tidak hanya mendapatkan ilmu baru mengenai manajemen bisnis saja," tutur Iqbal yang didampingi Wakil Ketua Himpunan Alumni AOTS Indonesia (HAAI) Saharto Sahardjo, dan perwakilan AOTS Jakarta Dea Intan.

"Melainkan juga membawa perubahan yang dapat dikembangkan dan diimplementasikan di perusahaan masing-masing. Sehingga waktu tenaga dan materi yang didapat selama dua pekan di Jepang akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," Iqbal, menambahkan.

*         *         *

PERNYATAAN itu beralasan mengingat YDBA memiliki filosofi "Berikan Kail, bukan Ikan". Yayasan ini menjalankan program tanggung jawab sosial Astra yang fokus pada pembinaan UMKM di Tanah Air. Itu meliputi manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra maupun tidak, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin, dan petani.

Keberadaan YDBA sebagai komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa. Terutama demi menerapkan amanat butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma. Yaitu, menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Apalagi, 20 Februari lalu, Astra genap 60 tahun yang melewati perjalanan penuh inspirasi. Bisa dipahami mengingat dalam periode itu, Astra melalui sembilan yayasannya berperan penting untuk memberi manfaat kepada masyarakat luas.

Tak heran jika YDBA sudah mendirikan 16 cabang Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) dan 10 LKM/koperasi di Tanah Air. Hingga Juni ini, yayasan yang dipimpin Henry C Widjadja selaku ketua pengurus itu sudah melakukan pembinaan terhadap10.112 UMKM.

Mereka juga telah melatih 701 pemuda putus sekolah untuk menjadi mekanik. Bahkan, YDBA secara tidak langsung menciptakan 65.158 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.***


*         *         *
Sahardjo dan Iqbal berbincang dengan ketiga perwakilan UMKM yang akan
mengikuti Program on Corporate Management for Indonesia

*         *         *
Tahun ini YDBA memberangkatkan 22 mitra UMKM ke Jepang
yang merupakan edisi keenam sejak 2013

*         *         *
Foto bersama pengurus YDBA, HAAI, dan peserta UMKM ke Jepang

*         *         *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*         *         *
Semarang, 11 September 2017 

Senin, 10 Juli 2017

Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org


HebatnyaUKM.org diresmikan Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja dan
Ketua Pembina YDBA Johannes Loman
(Klik untuk perbesar gambar dan geser untuk melihat foto lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) merupakan yayasan tertua kedua yang didirikan PT Astra International. Corporate Social Responsibility (CSR) ini dibentuk pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 2 Mei 1980.

Tujuannya, untuk melakukan pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga kini, YDBA telah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada 8.646 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan Grup Astra.

Saya mengenal YDBA saat mengikuti Gathering Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia: Berbagi Inspirasi 60 Tahun di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, pada 8 Agustus 2016 (Artikel sebelumnya: Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?).

Sepekan kemudian, saya mengenal YDBA lebih intensif. Bahkan, sempat membawa oleh-oleh VR Cardboard yang sangat menarik (https://twitter.com/roelly87/status/767563496447889408). Tepatnya, saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Saat itu, terdapat dua booth YDBA di hall 3 dan 2F Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten (Artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra dan Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016).

*        *        *
SENIN (10/7) YDBA merayakan HUT ke-37 di Gedung Astra, Sunter, Jakarta Utara dengan memberikan berbagai penghargaan kepada pelaku UKM. Sekaligus, peluncuran Digital Ecosystem yang bisa diakses pada laman HebatnyaUKM.org.

Dalam kesempatan itu, YDBA juga menampilkan sharing session dengan tiga narasumber kompeten di bidangnya masing-masing. Yaitu, Fida Heyder yang merupakan Head of SMB Marketing Google Indonesia, Rieke Caroline (CEO BuatKontrak.com), dan Leony Agus Setiawati (pemilik CV Azkasyah yang mendapat binaan YDBA).

Ketiganya, saling berbagi tips kepada peserta yang mencapai 400 orang yang terdiri dari pelaku UKM, media, hingga blogger. Bagi saya, rangkaian acara ini sangat menambah wawasan. Terutama jika kelak, saya berkecimpung di dunia UKM.

"Kami berahrap UKM bisa memahami bagaimana proses perubahan ke era digital. Sehingga, bisa membuka pola pikirnya akan pentingnya pengembangan bisnis di skala global melalui digital," ujar Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjaja, yang didampingi Johannes Loman (Ketua Pembina YDBA), Lina Djafar (Ketua Pengawas YDBA), pengurus YDBA lainnya, dan perwakilan Astra Grup.

Apa yang dikatakan Henry beralasan. Sebab, pada era digital sekarang, berbagai kegiatan perekonomian sudah dimudahkan melalui akses internet. Baik dari perusahaan skala besar hingga kecil.

Itu mengapa, YDBA menampilkan Leony sebagai salah satu pembicara. Saya sempat merinding ketika mendengar ceritanya saat krisis pada 2015 lalu. Sebab, Leony mengakui, omzet per hari usahanya secara online setara dengan sebulan di butik!

Tak heran jika CV Azkasyah yang didirikan sejak 2001 di Ciomas, Bogor ini, sudah berkembang pesat. Perusahaan konveksi ini memiliki 18 agen manager (distributor besar) dan 400 jaringan agen di seluruh Tanah Air.

Leony juga berbagi tips bagi pelaku UKM dalam mengembangkan sayapnya dalam bisnis online. Menurutnya, bisa memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram, dan twitter. Selain itu, Leony mengaku rajin berinteraksi di grup aplikasi chat, misalnya Whatsapp, Line, BlackBerry Messenger, dan sebagainya. Setelah itu, Leony memasarkan di market place seperti Lazada, Zalora, Matahari Mall, Blibli, Tokopedia, hingga Kaskus.

"Yang penting, dalam menjalankan usaha, kita tidak boleh pesimistis. Misalnya, saya gaptek lah, ga ngerti internet lah, dan segala macamnya. Di era sekarang, bisnis yang kita lakukan harus bisa beradaptasi dengan perkembangan pasar. Saya berterima kasih kepada YDBA yang telah membina kami, CV Azkasyah, selama 12 tahun ini," tutur Lenny yang memiliki lebih dari 500 karyawan yang merupakan warga di sekitar perusahaannya berlokasi.

*        *        *
SELAIN Lenny, terdapat banyak pelaku UKM lainnya yang sukses berkat binaan YDBA. Itu bisa dilihat pada laman HebatnyaUKM.org yang merupakan ekosistem digital YDBA berbentuk online platform yang beriringan dengan offline platform yang sudah ada.

Situs tersebut berisikan fitur blog dan news. Kita bisa mengakses informasi seputar UKM dan kewirausahaan yang lebih mendalam. Saat saya akses kini, HebatnyaUKM.org memang masih sederhana mengingat situs ini baru diluncurkan ke publik secara resmi pagi tadi.

Namun, dalam rilisnya, ke depannya, website yang dikelola pengurus YDBA ini akan dilengkapi fitur E-Learning supaya UKM bisa belajar melalui berbagai video edukatif dan mempraktekkannya sendiri cara mengembangkan usaha.

Sebagai tambahan, selain HebatnyaUKM.org, YDBA juga akan melengkapi kanal di ydba.astra.co.id dengan fitur E-Catalogue sehingga UKM bisa terbantu menjual produk-produknya secara online.

Sejak mengikuti acara pagi hingga saat menulis artikel ini, saya jadi antusias untuk menggeluti dunia UKM. Bagaimana, dengan Anda?***

*        *        *
Ketua Pembina YDBA Johannes Loman memberi sambutan HUT ke-37 YDBA

*        *        *
Penghargaan untuk UMKM Mandiri kepada mitra YDBA

*        *        *
YDBA Awards 2017

*        *        *
YDBA didirikan pada 20 Mei 1980

*        *        *
YDBA telah membina 8.646 UKM yang tersebar di Tanah Air

*        *        *
Detik-detik peluncuran HebatnyaUKM.org

*        *        *
HebatnyaUKM.org merupakan ekosistem digital YDBA berbentuk
online platform dan offline platform

*        *        *
HebatnyaUKM.org bisa memberi inspirasi dan motivasi bagi pelaku UKM 

*        *        *
Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja mengenalkan YDBA UKM Catalog
yang bisa diakses di ydba.astra.co.id

*        *        *
Head of SMB Marketing Google Indonesia Fida Heyder berbagi tips untuk
pelaku UKM yang ingin memasarkan produknya secara online

*        *        *
CEO BuatKontrak.com Rieke Caroline memaparkan pentingnya
legalitas hukum bagi pelaku UKM untuk melindungi produknya

*        *        *
Pemilik CV Azkasyah Leony Agus Setiawati berbagi pengalaman
suka dan duka sebagai pelaku UKM dalam mengemabngkan usahanya

*        *        *
Foto bersama seusai acara untuk memperingati HUT ke-37 YDBA

*        *        *


Artikel Grup Astra Sebelumnya:
Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017
Memetik Inspirasi Bersama Astra
Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra

*        *        *
- Jakarta, 10 Juli 2017