TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Mei 2026

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Sabtu, 16 Mei 2026

Kalian Tim PI atau Tim GI (Plaza Indonesia Vs Grand Indonesia)

PI vs GI (Versi Ojol)

Aura old money dan Orang Kaya Lama
sangat terasa di PI
(Foto: dokumentasi pribadi/@roelly87)


KELINCI Merah (Chituma) yang terbaik di antara kuda. Untuk pendekar, ada Lu Bu.

Ucapan Perdana Menteri Han Cao Cao pada abad 2 yang saya kutip ulang di artikel tiga tahun lalu berjudul Brigitte Lin Ching-hsia yang Memesona (https://www.roelly87.com/2023/12/brigitte-lin-ching-hsia-yang-memesona.html).

Maksudnya, Lu Bu tak terkalahkan pada pengujung kejayaan Dinasti Han. Dalam novel Sam Kok/Kisah Tiga Negara, bahkan sukses menempur tiga bersaudara, Zhang Fei, Guan Yu, dan Liu Bei.

Sementara, Kelinci Merah merupakan nama kuda asal Ferghana, Asia Tengah. Dikenal dengan kawasan penghasil kuda terbaik yang banyak diimpor Cina saat itu.

Nah, artikel yang saya tulis ini bukan soal pendekar atau kuda. Melainkan, mal, plaza, atau pusat perbelanjaan yang bisa disebut terbaik di Jakarta.

Namun, ini banyak versi. Alias, bisa jadi debat kusir tak berujung terkait subyektivitas.

Sebagai ojol (ojek online), saya sudah pernah menyinggungnya sedikit dalam beberapa artikel:

- https://www.roelly87.com/2024/06/daftar-mal-elite-di-jakarta-dan-yang.html

- https://www.roelly87.com/2025/05/hilang-motor-akibat-parkir-liar-salah.html

- https://www.roelly87.com/2020/02/pi-pp-dan-ta-ini-daftar-mal-yang-kurang.html

- https://www.roelly87.com/2023/11/menara-kadin-yang-memanusiakan-manusia.html

Oke, menurut saya ada delapan mal elite di ibu kota -minus Jakarta Timur- dengan beragam variabel. Ini objektif saat saya hadir sebagai pengunjung atau ketika ambil orderan ojol.

1. Plaza Indonesia (Jakarta Pusat)

2. Plaza Senayan (Jakarta Pusat)

3. Pondok Indah Mal (Jakarta Selatan)

4. Grand Indonesia (Jakarta Pusat)

5. Senayan City (Jakarta Pusat)

6. Pacific Place (Jakarta Selatan)

7. Central Park (Jakarta Barat)

8. Mal Kelapa Gading (Jakarta Utara)

Btw, dari tujuh mal elite itu dan puluhan lainnya di ibu kota -minus Jakarta Timur yang jarang saya jelajahi-, versi saya paling favorit adalah Mal Ciputra di Grogol, Jakarta Barat.

Wajar, mengingat lokasinya hanya seperlemparan batu dari rumah saya. Kalo yang lempar batunya Hulk atau Thor... He he he!

Mal yang beken disebut Citra Land (CL) ini jadi favorit saya sejak masih kanak-kanak hingga rekan sebaya sudah punya banyak anak. Mulai dari tempat nongki, main game, bolos, cinmot alias cinta monkey, liatin pelajar tawuran, hingga ngabuburit di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung.

Era 1990-an hingga pertengahan 2000-an, CL jadi tempat suci bagi anak Jakbar. Bahkan, hingga kini saya jadi ojol, sering datang karena ada parkir gratis yang luas. (Sumber: https://vt.tiktok.com/ZSxeWtM43/ @roelly87)

Selain CL, favorit saya juga ada Topaz (kini ganti Roxy Square imbas Tragedi 1998), ITC Roxy Mas (dulu ada MCD yang jadi favorit), Plaza Gajah Mada (ada kolam renang), Mal Puri Indah, Golden Truly Gunung Sahari, dan Ratu Plaza.

Ketujuh mal itu jadi favorit saya hingga kini yang punya memori membekas.

*          *          *

Parkir khusus ojol dan kurir paket di P2
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


ADA dua mal elite yang bersebelahan atau berhadapan di Jakarta Pusat. Yaitu, Plaza Indonesia (PI) dengan Grand Indonesia (GI) yang sama-sama terletak di Jalan M.H. Thamrin.

Satu lagi di Jalan Asia Afrika, yaitu Plaza Senayan (PS) dengan Senayan City (Sency). Namun, kedua mal yang terletak di Kecamatan Tanah Abang ini mungkin akan saya bahas nanti.

Untuk PI dan GI, ternyata lokasinya di Kecamatan Menteng. Saya pikir, dulu keduanya ada di Kecamatan Tanah Abang.

Namun, setelah cek google maps, ternyata masuk Menteng. Meski, untuk GI, sebagian ada Tanah Abang, tepatnya di  di West Mal yang merupakan pintu masuk untuk parkir motor. 

Kendati ruangan utama (East Mal) tetap masuk Menteng bersama Hotel Kempinski dan Menara BCA.

Kesan saya ke GI? 

Rame poll. Apalagi, jika ambil orderan makanan atau paket di East Mal. Harus olahraga karena parkiran adanya di basement West. 

Secara keseluruhan, GI lebih familiar bagi saya. 

Istilahnya, lebih merakyat. Wkwkwkwk!

Sementara, PI?

Wow... Auranya beda!

Ketika menginjakkan kaki di lobinya, atmosfer OKL atau Crazy Rich pun menyapa. Saya bukan tipe inferioritas, tapi PI memang auranya berkelas banget.

Mungkin sedikit atau setara dengan Plaza Senayan (PS) dan Pondok Indah Mal (PIM). Ga perlu dibandingkan dengan GI, Sency, Pacific Place (PP), Central Park (CP), hingga Mal Kelapa Gading (MKG).

Jujur, itu yang saya rasakan. 

Itu mengapa, PI tidak menyediakan parkiran motor untuk umum baik pengunjung maupun karyawan. Alias, hanya roda empat ke atas. 

Jika pengunjung ingin masuk, terpaksa harus parkir di GI yang cukup jauh tapi resmi dengan nontunai Rp 2.000 per jam. Atau, bayar Rp 5.000 - 10.000 untuk parkir liar di Jalan Kebon Kacang XXX.

Saya pernah menulisnya sebelum pandemi dulu https://www.roelly87.com/2020/02/pi-pp-dan-ta-ini-daftar-mal-yang-kurang.html.

Untungnya, ojol dan kurir paket disediakan parkir di P2. Meski harus bayar secara nontunai. 

Minusnya, parkirannya sempit dan berbagi space dengan kendaraan niaga di loading dock. Jadi, kalo mau keluar, harus ekstra sabar. 

Sebab, gate-nya hanya 1 yang bergiliran dengan mobil bak, box, hingga truk. Beberapa kali mesin tap parkir error. Ampun dah ngantrenya. 

Pun demikian saat kartu emoney ga kebaca. Ya, wassalam...

Btw, bagi pengunjung atau karyawan jangan coba-coba parkir motor di P2. Sebab, bakal diusir security di pintu masuk. 

Secara, mereka selalu mengecek setiap motor yang melintas gerbang. Ojol pun dilihat orderannya apa dan wajib buka jok motor.

Tapi emang securitynya saya akui ramah-ramah. Kalo kita ga tahu bakal diinfokan secara detail parkir di mana, aturan malnya apa, dan lantai yang dituju.

Untuk aturan, seperti yang saya ulas dua tahun lalu, https://www.roelly87.com/2024/06/daftar-mal-elite-di-jakarta-dan-yang.html, ojol harus lepas jaket dan ditaruh di motor. Alias, tidak boleh ditenteng atau dibalik seperti mayoritas mal lainnya, termasuk GI yang masih memperbolehkan jaket ojol dibalik.

Saya pribadi ga masalah dengan aturan ini. Secara, sebagai tamu, saya harus ikut ketentuan tuan rumah.

Hanya, beberapa kali ada kejadian kocak. Tepatnya, ketika keluar dari lift barang di lantai LB, G, 1, 2, dan seterusnya menuju toko yang dituju. Nah, saya sering nanya alamat jika tidak tahu ke toko sekitar. 

Berhubung saya ga boleh bawa atribut ojol dan terkadang hanya mengenakan kemeja atau batik serta celana bahan, alhasil saya disangka mau belanja. Diajak masuk ke tokonya yang isinya mayoritas premium untuk lihat-lihat hingga ditawarkan berbagai koleksinya. 

Wkwkwkw!

Jujur, belanja di PI bukan level saya yang masih kelas mendang-mending. Berbagai busana di sana, seperti celana panjang branded harganya bisa dua minggu pendapatan saya ngojol!

Alhasil, saya pun memberikan gestur menolak tawaran itu. Sembari, memperlihatlan orderan ojol di layar hp untuk tanya alamat. 

Pas tahu saya ojol yang hanya ingin tanya lokasi toko atau resto, pramuniaga itu pun jadi likat. Akhirnya, kami sama-sama tertawa.

Btw, untuk kesan-kesan saya masuk PI dan GI baik sebagai ojol atau pengunjung, komparasinya ada di bawah ini.

Nah, kalian sebagai sesama ojol serta kurir paket dan pengunjung umum, pilih jadi Tim PI atau Tim GI?


Tim PI vs Tim GI versi ojol:


Plaza Indonesia 

+ Ada parkiran khusus ojol/kurir paket (berbayar nontunai)

+ Mudah ke toko/tenant/merchant dari parkiran P2

+ Auranya beda (sekelas dengan PS dan PIM)

+ Customer mayoritas ganti biaya parkir


- Jaket harus dilepas (tidak boleh ditenteng/dibalik)

- Parkiran ojol/kurir paket sempit

- Mesin parkir sering error

- Masuk parkiran jauh, di Kebon Kacang 30, bukan di Jalan Thamrin


Grand Indonesia

+ Parkiran luas terlindungi dari panas dan hujan (nontunai untuk umum/ojol/kurir paket)

+ Jaket boleh ditenteng atau dibalik

+ Aura malnya bersahabat untuk semua kalangan (di bawah PI, PS, dan PIM, tapi masih sedikit di atas Sency, PP, CP, CL, Emporium, dan sebagainya)

+ Customer mayoritas ganti biaya parkir


- Lokasi parkiran jauh di basement West Lobby (jalan jauh kalo ambil order di East)

- Masuk parkiran muter di Jalan Teluk Betung I, bukan di Jalan Thamrin

- Ada 2 lobi (West/Arjuna dan East/Rama, harus diperhatikan detail orderannya agar tidak olahraga terlalu jauh)


=========✓=========✓=========✓


PI vs GI (versi umum/pengunjung)


Plaza Indonesia

+ Premium (aura berkelas yang setara atau lebih dari PS dan PIM)

+ Branded (produk yang dijual mayoritas kalangan elite)

+ Strategis di pinggir jalan raya

+ Akses transportasi umum (samping Halte TJ dan Stasiun MRT)


- Tidak ada parkiran motor (adanya parkir liar di pinggir kali)


Grand Indonesia

+ Parkiran luas terlindungi dari panas dan hujan (nontunai untuk umum/ojol/kurir paket)

+ Ada parkir eksklusif untuk taruh helm, jaket, dan sebagainya (berbayar Rp 20 ribu)

+ Aura malnya bersahabat untuk semua kalangan (di bawah PI, PS, dan PIM, tapi masih sedikit di atas Sency, PP, CP, CL, Emporium, dan sebagainya)


- Akses di lobi utama bagi pejalan kaki (West/Arjuna dan East/Rama) jauh di Jalan Teluk Betung

- Kurang integrasi ke transportasi umum (harus olahraga dari/ke Halte TJ dan Stasiun MRT)


#FaktaMenarik: PI jauh lebih tua karena diresmikan pada 24 November 1990 oleh Presiden Ke-2 RI Soeharto. Berselang 19 tahun, Grand Indonesia (20 Mei 2009) diresmikan Presiden Ke-7 RI Susilo Bambang Yudhoyono.


*          *          *


- Jakarta, 16 Mei 2026


Jumat, 08 Mei 2026

Ted Turner, CNN, WCW, dan Rivalitas dengan WWE - Vince McMahon

Ted Turner, CNN, WCW, dan Rivalitas dengan Vince McMahon

Ted Tuner bersama Rick Flair dan
Hulk Hogan (Foto: Istimewa)




INDUSTRI gulat hiburan kembali berduka. Tepatnya, dengan berita wafatnya Ted Turner, Rabu (6/5) waktu Amerika Serikat (AS).

Pria kelahiran Cincinatti, Ohio, ini meninggal pada usia 87 tahun. Ted dikenal sebagai taipan media.

Itu karena dia pemilik beberapa media ternama, termasuk Cable News Network (CNN) yang merupakan saluran berita 24 jam. Namanya disandingkan dengan Rupert Murdoch yang sama-sama taipan media.

Namun, bagi penggemar gulat, Ted lebih dikenal dengan serunya rivalitas bersama Vince McMahon. Yaitu, pendiri World Wrestling Entertainment (WWE) atau sebelum 2002 bernama World Wrestling Federation (WWF).

Sebagai penggemar gulat hiburan sejak 1990-an, tentu saya akrab dengan rivalitas WCW-WWE. Beberapa sudah saya ulas di blog ini atau platform Kompasiana.com/roelly87 dan sosial media di antaranya:

- John Cena Jual Jiwanya kepada The Rock, Sinetron ala WWE Menuju Klimaks (https://www.roelly87.com/2025/03/john-cena-jual-jiwanya-kepada-rock.html)

- Royal Rumble 2025 Antiklimaks, Jey Uso Mau Dibawa Kemana? (https://www.roelly87.com/2025/02/royal-rumble-2025-antiklimaks-jey-uso.html)

- John Cena Pensiun, Akhir WWE Ruthless Aggression Era? (https://www.roelly87.com/2024/07/john-cena-pensiun-akhir-wwe-ruthless.html)

- Edge Gabung AEW, Reuni Lagi dengan Christian dan Hardy Boyz (https://www.roelly87.com/2023/10/edge-gabung-aew-reuni-lagi-dengan.html)

*         *         *

WCW merupakan gulat hiburan pertama yang tayang di Indonesia. Saya kurang tahu tepatnya, tapi saya sudah menyaksikan pada 1996 atau 1997 silam di Indosiar saat Minggu siang. 

Bersanding dengan beberapa serial favorit luar negeri saat itu meliputi Kembalinya Pendekar Rajawali, Kera Sakti, Ular Putih, Hakim Bao, MarĂ­a Mercedes, Marimar, Paquita Gallego, Nagin, dan lain-lain.

Setelah itu, WWE tayang lewat brand Smackdown yang populer dengan MC Edwin-Jody di RCTI pada 2000. 

Sebelum era internet, pada 1990-an hingga awal 2000-an, saya biasa menyaksikan perkembangan gulat hiburan di televisi (Indosiar dan RCTI) dan media cetak. Yaitu, Tabloid Fantasi, Majalah Bobo, Tabloid Bola, Majalah Hai, Majalah Aneka, Kawanku, Gadis, dan sebagainya.

Vince resmi membeli WCW pada 2001. Saat itu, Ted diketahui sudah jenuh memilikinya sejak 1988 silam.

Ted memang bukan seperti Vince yang kerap turun ke ring memerankan sosok heel (antagonis). Melainkan, Ted nyaman  di balik layar memercayakan pengelolaan WCW kepada Eric Bischoff.

Nah, kolaborasi mereka sukses menggoyang Vince yang sudah lebih dulu merajain industri gulat hiburan. Bahkan, WCW berhasil mengudeta WWE hingga 83 pekan dalam Monday Night Raw.

Yaitu, program andalan dari masing-masing brand yang tayang Senin malam waktu AS. WWE dengan Raw dan WCW lewat Nitro pada September 1995 hingga Mei 1996.

Salah satu kunci kesuksesan WCW karena Ted berani menggelontorkan uang demi menggaet bintang WWE. Misalnya, Hulk Hogan yang meninggal tahun lalu, Scott Hall, Kevin Nash, hingga Bret Hart. 

Tak lupa, WCW juga punya produk andalan seperti Diamond Dallas Page (DDP), Bill Goldberg, hingga Sting (Steve Borden).

Pada Monday Night Raw akhir dekade 1990-an, bintang WCW beradu kreativitas dengan jagoan WWE. Vince memimpin diikuti Stone Cold Steve Austin, The Rock, The Undertaker, Kane, Mankind, Triple H, Chyna, dan banyak lagi.

Pokoknya, membicarakan WCW vs WWE itu seru banget!

Apalagi, dua dari tiga pegulat idola saya -selaim Jeff Hardy- awalnya di WCW. Yaitu, Kane yang kariernya sempat dicap gagal di WCW pada 1993-1994. 

Hijrah ke WWE sejak 1995 lewat gimmick The Big Red Machine dengan topeng ikonik hingga 2021 masuk Hall of Fame. Disela-sela kesibukannya sebagai pegulat, Kane sukses jadi Walikota Knox County dua periode (2018-2022 dan 2022-2026).

Pegulat favorit saya kedua, Chris Jericho, bahkan sukses di WCW pada 1996-1999. Termasuk, meraih sabuk WCW World Television Champions pada 10 Agustus 1998. 

Vokalis band heavymetal Fozzy ini hijrah ke WWE pada 1999. Kemunculan Jericho sangat ikonik dengan videotron Y2J. 

Yaitu, plesetan dari Y2K yang populer jelang pergantian milenium. Kini, Jericho berkarier di All Elite Wrestling (AEW) rival WWE yang nyaman dilalui dalam tujuh tahun terakhir.

Btw, selain Kane dan Jericho, ternyata banyak jebolan WCW yang sukses di WWE. Stone Cold, Undertaker, Triple H, hingga Big Show.

Alhasil, bagi saya sebagai penggemar gulat hiburan, WCW sukses memberi warna. Itu berkat Ted Turner yang berani mengusik kerajaan Vince McMahon.

Nama terakhir sudah tidak memegang WWE lagi pasca skandal 2023 lalu hingga melepasnya ke TKO Group yang juga memiliki UFC (Ultimate Fighting Championship). Namun, membicarakan gulat hiburan tidak pernah lepas dari Vince.

Bahkan, masih ada keluarganya yang turut mengelola WWE. Yaitu, putrinya Stephanie McMahon yang 17 April lalu dilantik sebagai WWE Hall of Fame (Class 2026). Menantu Vince, Triple H (Paul Levesque) yang juga suami Stephanie, kini menjabat sebagai Chief Content Officer (COO) WWE.

Jadi, tidak salah kalau membicarakan industri gulat hiburan identik dengan Vince McMahon. Nah, pemberi warnanya adalah Ted Turner saat memimpin WCW.***


*          *          *


- Jakarta, 8 Mei 2026