TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Kamis, 14 September 2017

(Galeri Foto) Meriahnya Popnas XIV 2017


D'Masiv menyemangatkan peserta Popnas 2017 dengan lagu Jangan Menyerah
Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya

PEKAN Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017 resmi dibuka, Selasa (12/9). Acara ini berlangsung di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah.

Popnas diselenggarakan pada 10 hingga 21 September mendatang. Popnas 2017 diikuti perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia.

"Suatu kehormatan bagi Jawa Tengah menggelar Popnas 2017. Saya berharap ajang ini memunculkan bibit-bibit atlet yang memberi prestasi untuk Indonesia di masa mendatang," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pria 48 tahun ini tentu berharap Jawa Tengah keluar sebagai juara umum. Namun, Ganjar menegaskan bertanding secara sportivitas jauh lebih penting.

Terutama karena pelajar yang bertanding ini merupakan tunas di masa depan bagi olahraga Indonesia.

"Untuk kontingen Jawa Tengah, kalian harus bertanding secara sportif dengan perwakilan provinsi lainnya. Popnas 2017 ini jadi etalase bagi kalian."

Ganjar menambahkan dengan tersenyum, "Bagi kontingen provinsi lainnya, silakan menikmati pesona Jawa Tengah. Jangan lupa, usai bertanding beli oleh-oleh."

Pernyataan sama diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Dia berpesan agar pelajar bertanding dengan fair dan perangkat pertandingan yang meliputi wasit untuk tidak  berpihak.

Imam mengawali Popnas edisi ke-14 ini dengan memukul gong bersama Ganjar . Kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini yang sangat dibutuhkan untuk memajukan olahraga nasional.

Itu bagian dari wujud Kerja Nyata yang dikampanyekan Presiden Joko Widodo. Kemenpora sebagai bagian dari pemerintah pusat mengimplementasikan tekad presiden demi kemajuan olahraga di Tanah Air.

Salah satunya terkait penyelenggaraan Popnas 2017. Event ini merupakan wadah bagi pelajar di Indonesia sebagai calon atlet di masa mendatang.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan selamat atas terselenggaranya Popnas 2017. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah Jawa Tengah. Semoga, Popnas mengantarkan pelajar sebagai atlet yang mengharumkan Indonesia,” ujar Imam.

Pria 44 tahun ini menilai Popnas sebagai fondasi penting untuk memastikan agar ke depannya, bangsa Indonesia tidak kekurangan stok atlet. Dengan Popnas ini, publik bisa mengatehui adanya potensi pelajar dari desa, kampung, atau sekolah, yang diantar jadi atlet elite.

“Popnas sangat penting karena dengan kompetisi usia dini seperti pelajar dan mahasiswa ini, ke depannya Indonesia memastikan banyak stok atlet berprestasi. Tanpa hal ini, kita akan defisit atlet. Dengan berbasis pendidikan, agar selain berprestasi di bidang olahraga juga berprestasi di bidang akademik,” Imam, menambahkan.

Popnas 2017 berlangsung di lima kota di Jawa Tengah dengan diikuti 5.567 atlet dari 34 provinsi di Indonesia dan 2.500 wasit serta juri.

Ajang ini mempertandingkan 21 cabang olahraga dengan 287 nomor pertandingan. Itu belum termasuk empat cabang olahraga ekshibisi. Secara keseluruhan, terdapat 991 medali yang terdiri dari 287 emas, 287 perak, dan 417 perunggu.

“Kepada seluruh atlet harus bertanding secara sportif dan jujur. Untuk wasit dan juri, juga tidak boleh memihak. Saya optimistis Popnas 2017 ini berlangsung sukses prestasi. Provinsi ini memiliki potensi luar biasa, terbukti Haornas (Hari Olahraga Nasional) juga digelar di Jawa Tengah,” kata Imam, optimistis.

"SEA Games 2017 Kuala Lumpur jadi pelajaran. Kita tidak boleh seperti itu. Menang atau kalah, pelajar yang merupakan harapan bangsa harus tampil penuh sportivitas," Imam, menegaskan.

Pesan D'Masiv

Pembukaan Popnas ke-14 ini dimeriahkan berbagai musisi ternama. Termasuk, D'Masiv yang membawakan lagu pendorong semangat, "Jangan Menyerah". Tidak ketinggalan, kesenian khas Jawa Tengah sebagai tuan rumah dengan tarian kolosal yang dipentaskan 300 orang.

"Pesan saya kepada adik-adik pelajar yang ikut Popnas 2017 ini, harus semangat. Menang atau kalah itu hal biasa dalam pertandingan. Yang penting, kalian harus fair," tutur vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta.

"Kami harap Popnas 2017 ini melahirkan atlet yang bisa memberikan prestasi untuk olahraga Indonesia di masa depan. Selamat bertanding untuk pelajar di Tanah Air!," Rian, menambahkan.


*         *         *
Saya di Simpang Lima Semarang

*         *         *
Penampilan atraktif D'Masiv 

*         *         *
Drumband dari Akademi Kepolisian Semarang

*         *         *
Popnas XIV 2017 ini diselenggarakan di Jawa Tengah

*         *         *
Popnas XIV 2017 diikuti 5.567 atlet dari 34 provinsi di Indonesia dan 2.500 wasit

*         *         *
Popnas XIV 2017 menyediakan 991 medali dengan 287 di antaranya emas

*         *         *
Popnas XIV 2017 mengusung tema Nyalakan Gelora Mudamu

*         *         *
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak peserta untuk beli oleh-oleh

*         *         *
Popnas XIV 2017

*         *         *
Popnas XIV 2017

*         *         *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi

*         *         *
Memukul beduk sebagai simbolisasi pembukaan Popnas XIV 2017

*         *         *
Judika menghibur ribuan masyarakat yang memadati Simpang Lima Semarang 

*         *         *
Saya dan rekan jurnalis untuk peliputan Popnas XIV 2017

*         *         *
Artikel Terkait
- Sambutan Meriah untuk Juara All England 2017
- (Galeri Foto) Meriahnya Count Down Asian Games 2018 di Monas

*         *         *
Sebagian isi artikel serta foto sudah dimuat di Harian TopSkor dan www.TopSkor.id
- Jakarta, 14 September 2017

Selasa, 12 September 2017

Berangkatkan 22 UMKM ke Jepang, YDBA Lanjutkan Beri Kail Bukan Ikan


Sekretaris Pengurus YDBA Mohammad Iqbal bersama Wakil Ketua HAAI
Saharto Sahardjo memakaikan jaket kepada salah satu perwakilan
UMKM yang berangkat ke Jepang
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali memberangkatkan UMKM mitranya ke Jepang untuk mengikuti training The Program of Corporate Management for Indonesia (IDCM) di Kansai Kenshu Center, Osaka. Ini edisi keenam mitra UMKM diberangkatkan YDBA ke Negeri Matahari Terbit.

Tren itu diawali pada 2013 dengan 24 UMKM. Angkatan II dan III pada 2014 dengan 48 UMKM, diikuti batch IV pada 2015 (22 UMKM), dan V pada 2016 (21 UMKM). Tahun ini, yayasan yang dibentuk pendiri PT Astra International, William Soeryadjaya, pada 2 Mei 1980 itu memberangkatkan 22 UMKM.

Fakta itu saya ketahui setelah menghadiri Pelepasan Peserta Training IDCM ke Jepang di Kantor YDBA, Jakarta Utara, Senin (11/9). Sejatinya, saya awam dengan acara ini. Namun, tertarik mengetahui latar YDBA memilih mitra UMKM untuk diberangkatkan ke Jepang.

Yupz, adagium lawas mengatakan, kota Roma tidak dibangun dalam semalam. Alias, mitra UMKM yang terpilih tentunya sudah melalui saringan yang ketat. Keberadaan mereka di negaranya Hidetohi Nakata ini tentu bukan sekadar liburan. Melainkan untuk menerapkan sisi positif dari etos kerja di Jepang.

Ke-22 mitra UMKM YDBA itu berada di Jepang pada 13-26 September. Ini jadi program beasiswa dari pemerintah Jepang melalui Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnership (AOTS) Jakarta.

ATOS ini merupakan organisasi internasional di bawah Ministry of Economy, Trade, anda Industry (METI) Jepang yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia di negara-negara berkembang. Tujuannya, untuk mempromosikan kerja sama teknis melalui pelatihan, pengiriman pakar, dan program lain.

Jika Anda tertarik dengan kontribusi Astra terhadap masyarakat Indonesia melalui YDBA bisa mempelajarinya di situs HebatnyaUKM.org. Kebetulan, saat turut meliput peluncurannya pada 7 Juli lalu di Gedung Astra yang bersebelahan dengan YDBA (artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org).

Terlebih, saya tidak asing dengan YDBA atau Grup Astra. Sebab, sejak 2016 saya sering meliput berbagai acara mereka. Termasuk, ketika yayasan tertua kedua Astra ini menyelenggarakan Konvensi Quality Control Circle (QCC) pada 12 Agustus lalu di ICE BSD, Tangerang (Artikel sebelumnya: #YukNgimprov untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif).

*         *         *

DARI 22 UMKM yang diberangkatkan YDBA itu bergerak di bidang manufaktur dan kerajinan. Dalam dua pekan ke depan, mereka akan mendapatkan pelatihan manajemen perusahaan dan kesempatan benchmarking ke beberapa UKM Jepang.

Diberangkatkannya UMKM ke Jepang ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan kesempatan demi meningkatkan daya saing. Ini sejalan dengan development framework YDBA, yaitu mendorong UMKM menjadi Mandiri.

Program ini juga ditujukan agar peserta memahami karakteristik UMKM "excellence" ke Jepang melalui pembelajaran filosofi manajemen dan proses pengembangan strategi manajemen.

Selain itu, YDBA berharap UMKM mitranya ini mampu menganalisis berbagai masalah yang terjadi di perusahaan-perushaan masing-masing. Serta, dapat memformulasikan rencana penyelesaian. Dalam training ini juga dilaksanakan temu bisnis yang mempertemukan UMKM Jepang dengan UMKM mitra YDBA.

Nah, bagaimana mitra UMKM YDBA untuk bisa mengikuti training ke Jepang? Tentu, mereka harus mengikuti seleksi administrasi dengan melengkapi Pre Training Report yang terdiri dari struktur organisasi dan company profile.

Bidang usaha dari UMKM juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian yang dilakukan AOTS. Itu diungkapkan Sekretaris Pengurus YDBA Mohammad Iqbal dalam sambutannya.

"Kami berharap angkatan enam ini jadi peserta terdepan yang sepulang nanti tidak hanya mendapatkan ilmu baru mengenai manajemen bisnis saja," tutur Iqbal yang didampingi Wakil Ketua Himpunan Alumni AOTS Indonesia (HAAI) Saharto Sahardjo, dan perwakilan AOTS Jakarta Dea Intan.

"Melainkan juga membawa perubahan yang dapat dikembangkan dan diimplementasikan di perusahaan masing-masing. Sehingga waktu tenaga dan materi yang didapat selama dua pekan di Jepang akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," Iqbal, menambahkan.

*         *         *

PERNYATAAN itu beralasan mengingat YDBA memiliki filosofi "Berikan Kail, bukan Ikan". Yayasan ini menjalankan program tanggung jawab sosial Astra yang fokus pada pembinaan UMKM di Tanah Air. Itu meliputi manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra maupun tidak, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin, dan petani.

Keberadaan YDBA sebagai komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa. Terutama demi menerapkan amanat butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma. Yaitu, menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Apalagi, 20 Februari lalu, Astra genap 60 tahun yang melewati perjalanan penuh inspirasi. Bisa dipahami mengingat dalam periode itu, Astra melalui sembilan yayasannya berperan penting untuk memberi manfaat kepada masyarakat luas.

Tak heran jika YDBA sudah mendirikan 16 cabang Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) dan 10 LKM/koperasi di Tanah Air. Hingga Juni ini, yayasan yang dipimpin Henry C Widjadja selaku ketua pengurus itu sudah melakukan pembinaan terhadap10.112 UMKM.

Mereka juga telah melatih 701 pemuda putus sekolah untuk menjadi mekanik. Bahkan, YDBA secara tidak langsung menciptakan 65.158 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.***


*         *         *
Sahardjo dan Iqbal berbincang dengan ketiga perwakilan UMKM yang akan
mengikuti Program on Corporate Management for Indonesia

*         *         *
Tahun ini YDBA memberangkatkan 22 mitra UMKM ke Jepang
yang merupakan edisi keenam sejak 2013

*         *         *
Foto bersama pengurus YDBA, HAAI, dan peserta UMKM ke Jepang

*         *         *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*         *         *
- Semarang, 11 September 2017 

Minggu, 10 September 2017

(Galeri Foto) Test Event Asian Games 2018


Test event sport climbing di Cikole, Bandung
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)

PAGI itu, cuaca di Cikole, Lembang, Jawa Barat, sangat cerah. Namun, kontur di dataran tinggi membuat angin tetap menusuk kulit.

Terutama bagi yang datang dari kawasan ibu kota. Meski begitu, dinginnya udara tidak menghalangi saya dan puluhan jurnalis yang meliput Test Event Sport Climbing Asian Games 2018.

Minggu (10/9) ada dua test event. Yaitu, panjat tebing di Cikole dan Squash di Graha Tirta Siliwangi, Bandung.

Di sisi arena tampak, beberapa bocah yang sangat bergembira. Dengan tangkas, mereka beradu cepat memanjat dinding berukuran mini.

Panjat tebing bukan olahraga yang asing di negeri ini. Apalagi, olahraga yang di bawah naungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dalam beberapa tahun terakhir kian populer.

Panjat Tebing akan dipertandingkan di Asian Games 2018 dengan Indonesia sebagai tuan rumah. Dua tahun selanjutnya, olahraga ini akan debut di Olimpiade 2020 Tokyo.

Panjat Tebing bersanding dengan bisbol, selancar, karate, dan skateboard. Komite Olimpiade Internasional (IOC) meluluskan harapan mayoritas negara di dunia yang ingin kelima cabang itu turut serta dalam pesta olahraga empat tahunan ini.

"Saya baru kali ini lihat panjat tebing. Kalau panjat pinang setiap tahun. Makanya, saya penasaran sama teman-teman ingin naik," ujar salah satu bocah, semringah.

Beberapa kali mereka terjatuh saat nyaris menuju puncak. Namun, itu tidak terasa sakit mengingat di bawahnya terdapat matras yang dilapisi busa.

Selain keramaian bocah, Test Event ini juga mendulang berkah bagi warga sekitar. Mereka turut menjajakan makanan, minuman, dan berbagai suvenir.

"Alhamdulillah, ada acara seperti ini. Kita sih berharap sering-sering saja kegiatan ini berlangsung di Cikole. Lumayan kan, bisa nambah pemasukan," tutur seorang penjual yang menggelar dagangannya sejak pembukaan pada Rabu (6/9) hingga penutupan pagi tadi.



*        *        *
Saya bersama rekan media dan perwakilan INASGOC yang meliput test event

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *


Artikel Terkait:
- INASGOC Buka Pendaftaran Relawan untuk Asian Games 2018, Ini Persyaratannya
- (Galeri Foto) Meriahnya Count Down Asian Games 2018 di Monas
- Sisi Lain Kunjungan Jusuf Kalla ke Venue dan Wisma Atlet
- GBK Bersolek Sambut Asian Games 2018
- Di Balik Final Piala Presiden 2017
- Sisi Lain Kemenangan Indonesia atas Thailand di Stadion Pakansari

*        *        *
Sebagian isi artikel serta foto sudah dimuat di Harian TopSkor dan www.TopSkor.id
- Jakarta, 10 September 2017

Sabtu, 09 September 2017

Jual Mobil dalam 60 Menit? Bisa, Bersama BeliMobilGue.co.id


Logo BeliMobilGue.co.id yang sangat ikonik


SAAT ini e-commerce di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Dalam satu dekade terakhir, bermunculan start-up dengan berbagai sektor di Tanah Air. Hukum alam pun mengikuti. Siapa yang siap akan bertahan. Tidak kuat, bakal tersingkir.

Ini jadi tantangan bagi setiap pelaku bisnis sejenis. Strategi dan membedakan diri dengan segmentasi pasar yang bakal jadi pemenang. Dalam kesempatan itu, BeliMobilGue.co.id sebagai start up company jeli melihat peluang yang sangat baik di Indonesia.

Yupz, BeliMobilGue.co.id merupakan platform yang membantu masyarakat di Tanah Air untuk menjual kendaraannya. Perusahaan ini didirikan Rolf Xander Monteiro pada awal 2017 dengan peluncuran situsnya April lalu.

BeliMobilGue.co.id memiliki tujuan untuk memberikan proses yang aman dan nyaman kepada pemilik mobil. Bisa dipahami mengingat mereka memberikan estimasi harga dengan mudah pada website-nya.

Pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap kendaraan, dan penawaran yang berasal dari private network secara luas di seluruh nusantara. Hanya 60 menit, kendaraan Anda bisa terjual! Demikian slogan BeliMobilGue.co.id untuk memanjakan pelanggannya.

Fakta itu saya ketahui usai mengikuti press conference BeliMobilGue.co.id di Attarine Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (7/9). Saat ini memang saya belum memiliki mobil.

Namun, kehadiran BeliMobilGue.co.id menambah referensi saya dalam transaksi kendaraan. Misalnya, saya bisa merekomendasikan ketika keluarga, rekan, atau kantor, ingin menjual mobilnya.

Maklum, setelah penawaran diterima, BeliMobilGue.co.id akan melakukan pembayaran secara instan. Ya, cepat dan mudah.

"Kami menyadari, menjual mobil memang sangat ribet. Kita harus mengambil foto, memasang iklan secara online, melayani calon pembeli, dan proses negosiasi yang memakan waktu. Nah, BeliMobilGue.co.id ini mengubah persepsi itu. Kini, jual mobil jadi cepat, aman, dan mudah hanya 60 menit," kata VP Acquisition BeliMobilGue.co.id Alexander Alvin.

Pernyataan Alvin beralasan. Sebab, pasar mobil bekas memang masih kalah dengan baru. Namun, jual beli kendaraan second ini sangat seksi di kalangan industri. Itu yang mendasari Rolf untuk mendirikan BeliMobilGue.co.id.

"Saya pernah bekerja di iklan baris dan juga saya penggemar mobil. Saya menyadari bahwa industri ini bergerak menuju model yang lebih akan dicari," Rolf, mengungkapkan.

BeliMobilGue.co.id memiliki visi untuk mengubah cara bagaimana mobil bekas diperdagangkan di Indonesia melalui teknologi dan inftrastruktur yang baik.

Pasalnya, banyak orang yang memiliki jadwal padat dan hanya sedikit waktu untuk membuat mobil mereka rapih. Bahkan, bagi yang ingin menjual mobil harus menghabiskan waktu berhari-hari mencari satu pembeli.

Itu sebabnya, BeliMobilGue.co.id mengembangkan model unik yang mengoperasikan Solusi One Stop dan hanya 60 menit dapat menawarkan harga komprehensif, aman, dan sangat menyenangkan.

"Saya menghabiskan sebagian besar waktu pada 2016 untuk melakukan penelitian di Asia Tenggara dan Indonesia khususnya.Yaitu, untuk mengetahu potensi, hambatan, dan cara menjalankan model semacam ini. Saya merasa ada potensi besar dalam industri otomotif di Indonesia," tutur Rolf, optimistis.

Saat BeliMobilGue.co.id memiliki 10 lokasi inspeksi atau pengecekan fisik di Jakarta. Ke depannya, Rolf sudah merencanakan untuk melebarkan sayap dengan pusat inspeksi di seluruh Tanah Air.

Tentu, ini kabar baik bagi masyarakat yang ingin mengganti kendaraannya. Sebab, mereka tidak perlu repot mendatangi showroom atau memasarkannya lagi secara personal. Melainkan, cukup menghubungi tim BeliMobilGue.co.id di website-nya.

Apalagi, sejak didirikan pada awal tahun ini, BeliMobilGue.co.id sudah menambahkan jumlah tim alih untuk mengumpulkan banyak data. Tujuannya, untuk meningkatkan penilaian harga kendaraan yang diterima dari penjual.

Tak heran jika BeliMobilGue.co.id kini menjelma sebagai solusi terbaik bagi masyarakat yang ingin menjual mobil di Indonesia.

Nah, jika Anda memiliki pengalaman terkait jual beli kendaraan, bisa menambahkannya di kolom komentar di bawah.***


*          *          *
CEO BeliMobilGue.co.id Rolf Xander Monteiro
*          *          *
VP Acquisition BeliMobilGue.co.id Alexander Alvin
*          *          *
Testimoni pelanggan yang menjual mobilnya pada GIIAS 2017

*          *          *
Rekan blogger Tanti Amelia bertanya terkait BeliMobilGue.co.id

*          *          *
Diskusi antara BeliMobilGue.co.id dengan blogger dan media

*          *          *
Informasi Penting:

Website
: www.belimobilgue.co.id
Facebook: https://www.facebook.com/belimobilgue/
Instagram: https://www.instagram.com/belimobilgue.co.id/
Tagar Media Sosial: #BeliMobilGue

*          *          *
- Bandung, 9 September 2017

Minggu, 03 September 2017

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2017, Bank Mandiri Manjakan Pengunjung Car Free Day


Antusiasme masyarakat ber-Zumba ria bersama Bank Mandiri untuk menyambut
Hari Pelanggan Nasional 2017, Minggu (3/9)
Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya


SETIAP tahunnya, pada 4 September diperingati sebagai Hari Pelanggan Nasional. Tujuannya, untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Dalam hal ini seperti perusahaan, produsen, atau penyedia jasa.

Maklum, bagi mereka, hubungan dengan pelanggan tidak hanya sekadar transaksi jual, beli, atau sewa saja. Melainkan turut menciptakan reaksi timbal-balik untuk saling menguntungkan. Sebab, tanpa pelanggan setia, sudah tentu berpengaruh pada perusahaan tersebut.

Itu mengapa perusahaan, produsen, atau penyedia jasa selalu memberikan yang terbaik dalam peringatan setiap 4 September.

Salah satunya dilakukan Bank Mandiri. Penyedia jasa keuangan terbesar di Tanah Air ini memperingati Hari Pelanggan Nasional 2017 dengan berbagai acara.

Perusahaan pelat merah ini menyelenggarakannya pagi tadi, Minggu (3/9) yang bertepatan dengan Car Free Day di Pelataran Parkir Wisma Mandiri I, Jakarta Pusat. Bank Mandiri mengusung tema "Senyum Pelanggan Indonesia" dengan persembahan yang istimewa.

Dimulai dengan ber-Zumba ria bersama Jun Ko (instruktur Zumba pertama di Indonesia). Setelah itu, banyak atraksi menarik yang diselenggarakan Bank Mandiri. Termasuk, penampilan memesona dari Rizky Febian.

Semua itu dipersembahkan Bank Mandiri untuk masyarakat secara cuma-cuma. Alias gratis dalam rangka menyambut Hari Pelanggan Nasional 2017.

Bahkan, Bank Mandiri turut mengadakan bazar serba Rp 5.000. Yaitu, masyarakat yang mengikuti acara ini cukup mengeluarkan Rp 5.000 untuk membeli makanan dan minuman.

Tak heran jika apa yang dilakukan Bank Mandiri mendapat apresiasi banyak pihak. Maklum, yang mengikuti Zumba pada Car Free Day ini tidak hanya warga Jakarta saja. Melainkan juga dari luar kota seperti Bekasi, Bandung, dan sebagainya.

Setelah asyik ber-Zumba ria bersama Jun Ko yang dilanjutkan lantunan tembang istimewa dari Rizky Febian, masyarakat bisa menikmati aneka kuliner tersebut dengan harga merakyat.

Termasuk saya yang hadir sejak pukul 06.00 WIB. Keberadaan saya di Wisma Mandiri berkat informasi dari Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB).

Dari komunitas yang didirikan rekan blogger Ani Berta pada 17 Mei 2016 (bertepatan dengan Hari Buku Nasional) itu, saya baru tahu Bank Mandiri setiap tahunnya rutin menyelenggarakan bazar pada Hari Pelanggan Nasional.

Bisa dipahami mengingat Bank Mandiri bersama 14 BUMN lainnya menggagas momentum ini sejak kail pertama diadakan pada 4 September 2003.

Hingga, ada satu pertanyaan dari saya yang sempat membuat saya penasaran usai mencicipi aneka makanan dan minuman serba Rp 5.000. Bagaimana dengan harga segitu, pedagang bisa untung?

Maklum, berhubung harus berolahraga, saya pun mengisi energi dengan semangkok bubur dan teh hijau. Jelang akhir acara, saya membeli beberapa snack dan cemilan sebagai buah tangan.

Ternyata, harga makanan dan minuman itu sejatinya standar seperti di luaran. Namun, para pedagang mendapat insentif dari Bank Mandiri untuk menyamakan setiap harga jadi Rp 5.000.

"Harga per porsi Rp 8.000. Khusus di sini, kami menjualnya Rp 5.000. Sisanya, Bank Mandiri yang menambahkan," kata salah satu pedagang makanan saat saya temui.

Pernyataan sama diungkapkan penjual minuman ringan. "Ini komitmen dari pihak bank (Bank Mandiri) untuk masyarakat dalam rangka Hari Pelanggan Nasional. Kalau harga normal atau di luaran, per botol lebih dari Rp 5.000."

Nah, yang menarik, selain bazar, Zumba, dan dihibur Rizky Febian, pada event Car Free Day ini Bank Mandiri juga menyapa masyarakat dengan beberapa layanan lainnya. Maklum, di sekitar pelataran parkiran Wisma Mandiri tersebar berbagai booth dari anak perusahaan Bank Mandiri.

Masyarakat bisa cek kesehatan , konsultasi seputar finansial, hingga cuci emas. Semuanya gratis!

Bahkan, masyarakat berkesempatan bebas angsuran dari biaya admin Rp 1 dari program Mandiri Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Tidak ketinggalan doorprize berhadiah luar biasa. Mulai dari e-Money, LED TV, hingga smartphone!

Yupz, sampai jumpa di Hari Pelanggan Nasional 2018 bersama Bank Mandiri!


*         *         *
Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah untuk mengikuti CFD di pelataran
parkir Wisma Mandiri

*         *         *
Ada bazar serba Rp 5.000 untuk setiap makanan dan minuman!

*         *         *
Para pedagang semangat melayani masyarakat

*         *         *
Saya pun tak ketinggalan untuk membeli buah tangan

*         *         *
Kru dari salah satu media meliput bazar yang diselenggarakan Bank Mandiri

*         *         *
Saya foto bersama rekan blogger dari Komunitas ISB
(Foto: www.roelly87.com/ istimewa)

*         *         *
Pelepasan balon sebagai untuk menyambut Hari Pelanggan Nasional 2017

*         *         *
Bank Mandiri menyelenggarakan Hari Pelanggan Nasional sejak 2003 silam

*         *         *
Yuk, ber-Zumba ria bersama Jun Ko, instruktur Zumba pertama di Indonesia

*         *         *
Ratusan masyarakat memanfaatkan Minggu pagi yang cerah dengan berolahraga
di pelataran parkir Wisma Mandiri

*         *         *
Tes kesehatan gratis yang diselenggarakan Bank Mandiri

*         *         *
Bank Mandiri menyediakan ATM keliling untuk masyarakat yang mengikuti CFD

*         *         *
Rizky Febian membawakan berbagai tembang untuk dinyanyikan bersama

*         *         *
Pengambilan doorprize dengan berbagai hadiah menarik untuk masyarakat

*         *         *
Di balik suksesnya Hari Pelanggan Nasional yang diselenggarakan Bank Mandiri
ada panitia yang telah bekerja dengan keras dan cerdas

*         *         *
- Jakarta, 3 September 2017