TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Otomotif

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 April 2021

Bikin SIM C Hanya Keluar Rp 155 Ribu, Ini Caranya!

 Pengalaman Bikin SIM C Hanya Keluar Rp 155 Ribu

Tampilan SIM C yang baru




SURAT Izin Mengemudi (SIM) merupakan momok menakutkan bagi mayoritas orang. Terutama, karena repot saat membuat, memperpanjang, atau ganti akibat kehilangan. Tak ayal, Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM, mungkin jadi tempat yang dihindari banyak pihak. Termasuk, saya dulu yang sangat enggan berurusan di area tersebut.

Dipersulit, birokrasi rumit, adanya calo ilegal, makelar resmi, dan sebagainya jadi pengalaman saya, dulu. Dimulai saat bikin SIM C pada 2004, perpanjang 2009, bikin baru 2011 dan perpanjang 2016.

Namun, situasi sedikit berubah tahun ini. Tepatnya, saat memperpanjang SIM C yang mati sejak beberapa waktu lalu. Alhasil, saya harus bikin baru.

Itu jadi salah satu kecerobohan aneh saya yang baru ingat masa berlaku SIM telah lewat beberapa waktu lalu. Maklum, SIM memang jarang terlihat meski setiap hari saya bawa di dompet mengingat profesi sebagai ojek online (ojol). Paling baru dikeluarkan saat ada razia dari kepolisian atau tilang.

Beda dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang selalu saya keluarkan saat mengantar makanan ke komplek perumahan atau apartemen untuk ditukar ID Card khusus. Pun demikian dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang rutin diperlihatkan kepada petugas parkir di mal atau pertokoan.

Itu mengapa, saya sempat mumet ketika sadar pada pertengahan bulan lalu. Hanya, apa daya untuk bikin SIM, biaya belum ada. Sebab, meski punya yang, tapi harus dialokasikan pada urusan lain.

Hingga, Senin (12/4), saya yang sudah merasa memiliki dana cukup akhirnya siap bikin SIM di Satpas Daan Mogot, Jakarta Barat. Kendati, sejak beberapa hari sebelumnya sempat dibayangi kekhawatiran. Maklum, perpanjang SIM yang mati sama saja bikin baru. Alias, harus ikut tes rumit pada teori dan praktek.

Bayang-bayang kegagalan seperti 2011 yang harus dua kali ke Satpas pun terus menghantui. Ketika itu, saya merasa sukses melewati tes teori via kertas  dan praktek dengan sepeda motor gigi untuk melintasi berbagai rintangan, khususnya yang paling menantang, angka 8 dengan sudut sempit. 

Saat itu, saya dinyatakan tidak lulus meski tidak menyenggol patok satu pun ketika praktek langsung. Sumpah, ketika itu saya benar-benar bingung. Sebab, orang sebelah saya yang justru jatuh saat belok kelok 8, alias bukan hanya menyenggol patok, secara misteri dinyatakan lulus. Beruntung, dua pekan berikutnya, saya berhasil.

Ya, bukan rahasia umum lagi, jika bikin SIM, baik C, A, dan sebagainya, lebih mudah lewat biro jasa atau calo. Ketimbang, datang sendiri.

Memang, mereka tetap harus datang ke Satpas untuk foto, tanda tangan elektronik, cap jari, tes teori, dan praktek. Namun, untuk dua terakhir dapat diabaikan. Ibaratnya, hanya formalitas saja.

"Lo kalo pake biro jasa atau calo, isi teori cap, cip, cup, dan hitung kancing yang salah semua juga dibenerin. Begitu juga pas praktek, lo tabrakin patoknya pun ga masalah. Pasti lulus 100 persen!" demikian ujar salah satu rekan memberi nasihat, dua malam sebelum saya perpanjang SIM yang mati.

Ya, itu sudah bukan rahasia umum. Setidaknya, saya alami satu dekade silam yang ditawari "bisa cepat", baik oleh calo di luar Satpas atau oknum yang resmi.

*        *        *

MATAHARI tampak malu-malu memancarkan sinarnya saat sata hendak berangkat ke Satpas. Ketika melirik handphone, masih tertera pukul 07.01 WIB. Alias, masih satu jam lagi jelang dibukanya jam operasional Satpas. Dari rumah saya di perbatasan, tidak begitu jauh. Hanya, memakan waktu kurang dari 30 menit.

Namun, saya salah perkiraan. Meski tiba sebelum pukul 08.00 WIB, ternyata sudah ramai. Saya baru ingat, ini merupakan Senin yang tentu jadi awal aktivitas masyarakat. Apalagi, besoknya, Selasa (12/1) merupakan hari pertama puasa Ramadan 1441. Wajar, jika banyak yang memilih bikin SIM atau perpanjang pada Senin. Ketimbang, Selasa yang bisa menguras fisik dan stamina.

Usai parkir sepeda motor, saya sempat didatangi beberapa calo yang menawarkan "bantuan". Mulai dari Rp 700 hingg 800 ribu untuk bikin SIM C baru.

"Kalo sendiri pasti ngulang, bang. Banyak ojol yang sampe lima kali ke sini akibat gagal. Mending bayar mahal tapi langsung jadi ketimbang buang waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk ngebid," ujar salah satu calo yang tampak simpatik.

Tentu, dengan halus saya menolak tawaran tersebut. Secara, sejak dulu saya bikin apa-apa selalu mengurusnya sendiri. Bukan karena tidak percaya dengan calo, biro jasa, dan sebagainya. Atau, enggan keluar uang lebih.

Melainkan, karena saya punya banyak waktu. Toh, meski gagal saat perpanjang SIM mati yang berujung bikin baru, saya tak masalah. Paling hanya repot balik lagi ke Satpas, dua pekan berikutnya.

Saya memang terbiasa mengurus sendiri saat bikin KTP, SIM, Paspor, dan Visa. Nah, yang terakhir ini paling rumit. 

Saya dua kali bikin Visa. Pertama, ketika hendak ke Portugal pada 2014 dengan Schengen yang tergolong mudah. Kedua, saat mengajukan Visa United Kingdom (UK) dalam rangka nonton final Liga Champions di Cardiff, Wales.

Durasinya lebih dari sebulan sejak pertengahan April hingga akhir Mei. Alias, benar-benar injury time akibat Visa disetujui Kedutaan Besar Inggris, beberapa hari jelang keberangkatan.

Padahal, semua syarat ketika itu sudah lengkap. Mulai dari surat rekomendasi kantor tempat saya bekerja dulu, Nissan sebagai sponsor resmi Liga Champions, Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), dan deposit di bank mencapai Rp 50 juta.

Namun, memang mengurus Visa UK tergolong sulit. Tingkat keruwetannya hanya di bawah USA, alias nomor dua, diikuti Australia. 

Bahkan, berbeda dibanding SIM yang meski tidak lulus hingga lebih dari 10 kali, peluang jadi sangat besar jika bersabar dan mencoba lagi. Sementara, Visa, andai gagal, uang pendaftaran sekian juta ikut hangus. Sekelas pejabat pemerintah pun bisa saja gagal jika pengajuannya tidak disetujui kedutaan yang bersangkutan.

*        *        *

SETELAH hampir seharian berada di Satpas, akhirnya SIM C saya pun jadi. Saya pun bersyukur tidak harus mengulang. Sebab, saat tes teori lulus meyakinkan meski sempat kaget karena bukan pakai kertas dan pensil lagi, melainkan komputer yang disertai audio-visual.

Pun demikian dengan praktek. Saya dinyatakan lulus sempurna. Btw, tim penilai praktek ini terdiri dari anggota kepolisian dan independen yang sudah memiliki sertifikasi. Alias, saya memang benar-benar absah memiliki SIM C untuk berkendara dengan sepeda motor.

Terkait praktek, saya sejatinya sudah tidak kaget lagi. Sebab, setiap bikin SIM C, selalu melahapnya dengan baik. Apalagi, saya sudah mengikuti tes serupa yang diadakan aplikator ojol dengan Rifat Drive Labs terkait Safety Riding.

Oh ya, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk bikin SIM baru? Cukup Rp 155 ribu!

Ya, sangat jauh ketimbang pakai calo yang berkisar Rp 600 hingga 900 ribu. Tuh kan, mending jalan sendiri! 

Mungkin, itu terkait reformasi birokrasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia yang menjunjung tinggi 3M: Melindungi, Mengayomi, dan Melayani masyarakat.

Alhasil, di Satpas kini, memang meluluskan pengaju SIM (C) jika sudah benar saat tes teori dan praktek. Andai mengulang, bisa jadi karena gagal saat mengisi teori dan praktek. Toh, bisa melakukannya lagi, dua pekan berikutnya.

Rincian Bikin SIM C Baru:
Cek Kesehatan: Rp 25.000
Asuransi: Rp 30.000
Formulir: Rp 100.000 

Itu biaya resmi di Satpas Daan Mogot yang saya alami ya. Belum termasuk, ongkos dari rumah, seperti bensin Rp 20rb, fotokopi (wajib) Rp 2.000, dan parkir Rp 10.000 (4 jam lebih). Oh ya, jangan lupa bawa pensil dan pena untuk mengisi formulir.

Selamat mencoba dan semoga langsung lulus!

*        *        *

Datang dari pukul 08.20 WIB, antre dulu


*        *        *

Bikin SIM C baru Rp 100 ribu


*        *        *

Perpanjang bikin SIM C Rp 75 ribu


*        *        *

Bukti lulus tes teori dengan audio-visual


*        *        *

Hasil uji praktek di lapangan


*        *        *

Lulus!


*        *        *

Suasana di Satpas SIM C Daan Mogot, Jakarta Barat


*        *        *

Artikel Terkait:
- Pengalaman Berurusan dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat
- Michelin Ajak Marquez dan Pedrosa untuk Kampanye Kesadaran Berkendara
- Pengalaman Daftar Driver Go-Ride Gojek

Seluruh foto merupakan dokumentasi pribadi (www.roelly87.com)

*        *        *

- Jakarta, 14 April 2021

Kamis, 25 Oktober 2018

Drive Home Expo 2018, Solusi untuk Cari Mobil Sekaligus Rumah

Drive Home Expo 2018, Solusi untuk Cari Mobil Sekaligus Rumah

Foto bersama usai jumpa pers menyambut Drive Home Expo 2018
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)



KENDARAAN dan tempat tinggal merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Termasuk, di Tanah Air yang memiliki jumlah penduduk tergolong besar di dunia.

Itu mengapa, dalam satu dekade terakhir, banyak pameran otomotif dan perumahan. Bahkan, dalam setahun, pameran terkait kendaraan dan properti bisa diselenggarakan lebih dari sekali.

Nah, bagaimana jika pameran mobil dan rumah berlangsung bersamaan? Dalam arti, lokasinya sama dan tempatnya identik. Dalam sejarahnya, baru kali ini terjadi di Indonesia berkat kolaborasi Mobil123.com dan Rumah.com.

Tepatnya, pada Drive Home Expo 2018 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 2 hingga 4 November mendatang. Pameran yang digelar portal otomotif nomor 1 di Indonesia dan portal properti terdepan di Tanah Air ini menggabungkan deretan kendaraan dan juga rumah.

Drive Home Expo 2018 mengusung tagline, Juaranya Temukan Rumah dan Mobil Idaman. Untuk itu, pengunjung dapat menemukan lebih dari 50 proyek properti dari developer dan produsen mobil terkemuka di Indonesia. Drive Home Expo 2018 juga memungkinkan para pengunjung untuk melakukan riset, perbandingan, pemesanan properti serta mobil idaman dalam satu atap dengan didukung teknologi terkini.

Demikian, fakta yang saya ketahui usai menghadiri jumpa pers Drive Home Expo 2018 di Crematology Coffee, Kebayoran, Jakarta Pusat, Rabu (24/10). Bagi saya, kolaborasi dari Mobil123.com dan Rumah.com ini sangat menarik.

Sebab, ini kali pertama saya mengetahui adanya pameran yang menempatkan penjualan mobil dan rumah secara bersamaan. Rumah.com selalu mengambil peran aktif memberikan advokasi yang berkualitas bagi konsumen sekaligus menyampaikan informasi untuk mengetahui kondisi seputar pasar propersi.

Sebagai bagian dari PropertyGuru Group yang merupakan pemimpin pasar online property di Asia, mereka sudah membantu lebih dari 25 juta pencari rumah dalam menemukan rumah idaman di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Pameran ini terinspirasi dari survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2018, yang ditujukan untuk mengetahui respons pasar dari sisi permintaan sekaligus demi menciptakan transparansi informasi bagi konsumen. Di mana, pada survei terbaru, terkuak bahwa optimisme para pencari rumah pada paruh kedua tahun ini masih tinggi. Persentasenya, enam dari 10 orang berencana memberi rumah pada semester dua 2018.

63% dari 1000 responden Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2018 yang dilakukan Juni lalu, mengaku berniat membeli rumah dalam kurun waktu enam bulan ke depan. 57% di antaranya merupakan first time buyers dan berencana membeli rumah sepanjang Juli hingga Desember.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan, first time buyers didominasi kalangan milenial yang memiliki mobilitas tinggi. Utamanya, mereka cenderung mencari properti dengan akses mudah.

"Harga properti di tengah kota seperti Jakarta dan kota-kota lainnya sudah sangat tinggi. Alhasil, kalangan milenial lebih mengincar properti di pinggir kota. Selain harga yang lebih terjangkau, rumah atau apartemen di kawasan suburban cukup banyak yang ditunjang dengan akses bagus seperti dekat dengan pintu tol," ujar Marine kepada kami, blogger, dan media yang hadir.

"Untuk itu, Rumah.com bersama dengan portal otomotif nomor 1 di Indonesia, Mobil123.com bersinergi untuk menginisiasi Drive Home Expo 2018. Harapannya, pameran ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini."

Pernyataan serupa diutarakan Country Manager Mobil123.com Regia Glamouria. Menurutnya, saat ini tidak hanya pasar properti saja yang memiliki tren positif, tapi juga pasar otomotif. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan kendaraan bermotor baru dari Januari hingga September tahun ini mencapai 856.439 unit. Jumlah tersebut naik 7% dari 2017 pada periode yang sama.

"Pesatnya perkembangan infrastruktur seperti jalan tol memacu permintaan akan kendaraan bermotor tetap tinggi. Kemudahan masyarakat untuk mengakses tempat tinggal dengan lokasi aktivitas lainnya menjadi hal utama yang menggairahkan pasar otomotif," Regia, memberi analisis.

"Sehingga, saat mencari tempat tinggal, hal lain yang juga tak kalah pentingnya terkait bagaimana kita dapat mengakses hunian idaman dengan nyaman. Tentunya, akses untuk kendaraan menjadi faktor yang harus diperhatikan. Pada pameran ini, berbagai brand otomotif akan memberikan promo-promo menarik yang memberikan keuntungan ke konsumen untuk memiliki mobil idaman."

Nah, kolaborasi dari dua portal terbaik di bidangnya masing-masing itu akan membuat Drive Home Expo 2018 jadi tempat yang tepat untuk mendapatkan properti dan mobil idaman. Pameran ini juga ditujukan untuk membantu masyarakat yang merasa kesulitan dalam membeli properti.

Sebab, pengunjung bisa menikmati skema DP 0%, cicilan uang muka, promo bebas biaya KPR, dan masih banyak lagi penawaran eksklusif lainnya. Bahkan, akan ada program khusus bagi pengunjung yang membeli properti dan kendaraan sekaligus!

Sinergi Mobil123.com dan Rumah.com ini sangat positif. Kolaborasi ini benar-benar memberi kemudahan bagi saya, Anda, kalian, atau calon konsumen di Tanah Air yang menginginkan untuk memiliki kendaraan atau properti.***


Tentang Drive Home Expo 2018
Website: https://www.drivehomeexpo.id/
Waktu: 2-4 November 2018
Tempat: Hall 9-10 Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang



*           *          *
Country Manager Rumah.com Marine Novita menyebut Drive Home Expo
2018 ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terkait kendaraan dan properti

*           *          *
Country Manager Mobil123.com Regia Glamouria membeberkan data
meningkatnya penjualan kendaraan bermotor baru dari Januari hingga
September 2018 ini dibanding tahun lalu

*           *          *

- Jakarta, 25 Oktober 2018

Kamis, 27 September 2018

Catat, Ini Jadwal Hot Deals Carnival


General Manager Mobil123.com Regia Glamouria mengungkapkan alasan
penjualan mobil bekas di Tanah Air sangat diminati masyarakat
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)


SYAHDAN, di kolong langit ini, ada satu bisnis yang tak lekang dimakan zaman: Penjualan Mobil Bekas. Ya, meski produsen otomotif memasok banyak mobil baru, tapi antusiasme masyarakat terhadap mobil bekas tidak pernah pudar .

Demikian apa yang saya perhatikan. Mulai dari melihat keluarga, perusahaan, orang terdekat, dan lainnya. Mungkin, bisa jadi kelak terjadi pada diri saya.

Yang pasti, mobil bekas tetap jadi primadona bagi sebagian konsumen di Tanah Air di tengah gempuran mobil baru. Beragam faktor yang menyebabkan banyak orang masih memilih mobil bekas dibandingkan yang baru.

Utamanya, membeli mobil bekas, berarti Anda dapat menghemat uang. Bisa dipahami mengingat depresiasi mobil bekas lebih kecil. Apalagi, sudah teruji ketangguhannya, bisa memungkinkan Anda naik kelas, dan faktor lainnya yang jadi pertimbangan banyak orang.

Terlebih, kini dengan diberlakukan peraturan ganjil-genap di berbagai ruas jalan di Jakarta, diperkirakan menambah gairah jual-beli mobil bekas. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, dealer telah memberikan garansi. Sehingga, pelanggan tidak perlu khawatir lagi dengan kualitas mobil bekas yang dibeli.

Fakta tersebut bisa dilihat pada laman Mobil123.com. Portal otomotif nomor 1 di Indonesia ini mencatat, orang yang mencari mobil bekas di website-nya sangat besar. Sepanjang Januari hingga Agustus lalu, terdapat 12 juta pengguna baru (unique visitors) mencari mobil bekas. Jumlah pengguna secara keseluruhan yang mencari mobil bekas di periode tersebut melebihi 30,5 juta user.

Menyikapi antusiasme masyarakat di Tanah Air dalam mencari mobil bekas, Mobil123.com pun akan menggelar pameran mobil bekas berkualitas. Yaitu, Hot Deals Carnival yang diselenggarakan di Scientia Square Park, Tangerang, Banten. Pameran yang berlangsung pada 29 dan 30 September itu diikuti 20 dealer mobil bekas terpercaya yang telah jadi mitra Mobil123.com selama ini

Itu diungkapkan General Manager Mobil123.com Regia Glamouria dalam press conference di The Hook Restoran, Rabu (26/9). Menurutnya, pameran yang berlangsung selama dua hari ini menjawab kebutuhan masyarakat terkait mobil bekas yang berkualitas.

"Hot Deals Carnival akan mempertemukan antara penjual dan pembeli mobil bekas, sesuai misi Mobil123.com. Pameran ini tidak hanya memamerkan lebih dari 150 mobil bekas berkualitas saja. Namun, juga ada sisi entertain. Yaitu para pemburu mobil bekas dapat membawa anggota keluarga. Kami menyediakan playground untuk anak-anak, hiburan musik, dan taklshow seputar otomotif," kata Regia.

Sosok yang juga menjabat sebagai Country Manager iCar Asia (induk Mobil123.com) ini menambahkan, Hot Deals Carnival bakal jadi pameran mobil bekas pertama yang digelar automotive classified media di Indonesia. Pameran ini didukung sejumlah perusahaan pembiayaan (leasing companies) dengan program-program kredit mobil bekas yang menarik.

Pameran yang disponsori BCA Finance, Asuransi Raksa, dan MPM Finance ini juga diwarnai deretan foodtruck dengan beragam kudapan nikmat serta minuman yang menyegarkan.

Jangan lupa, ada kontes foto lady mechanic untuk komunitas otomotif dan wartawan. Bagi para pengunjung, bersiaplah untuk mendapatkan hadiah menarik dalam mengikuti Hot Deal Race di pameran ini.***


Tentang Hot Deals Carnival
Website: https://www.mobil123.com/hot-deals-carnival/jakarta/2018
Waktu: 29-30 September 2018
Tempat: Scientia Square Park, Jalan Scientia Boulevard, Curug Sangereng, Kelapa Dua, Curug Sangereng, Klp. Dua, Tangerang, Banten 15810
Tiket Masuk: Gratis


*          *          *
Head of Classifieds Mobil123.com Bayu Agung Cahyono menyebut Hot Deals
Carnival ini sebagai jawaban untuk antusiasme masyarakat terhadap mobil
bekas yang berkualitas

*          *          *
Jangan lupa, datang ke Hot Deals Carnival pada 29 dan 30 September ini

*          *          *

- Jakarta, 27 September 2018

Senin, 05 Maret 2018

Sponsori Gresini di Moto2 2018, Cara Antangin-Federal Oil untuk Angkat Indonesia



Foto bersama manajemen Antangin dan Federal Oil di motor Gresini Moto2
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


MOTO2 merupakan ajang balap motor terpopuler di kolong langit bersama MotoGP. Termasuk, di Tanah Air dengan banyaknya penggemar terhadap event yang diselenggarakan Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM).

Jika MotoGP dikenal sebagai ajang adu ketangkasan, maka Moto2 bisa dibilang jadi kawah candradimuka. Itu karena mayoritas pembalap hebat pasti merasakan pahit, manis, dan asam di Moto2. Tak heran jika setiap tahunnya, Moto2 sangat dinantikan untuk ditunggu siapa rookie berikutnya.

Sejak kali pertama mengenal dunia balap mulai dari mainstream hingga underground, saya tidak asing dengan Valentino Rossi yang juara Moto2 1999, Marco Melandri (2002), Dani Pedrosa (2004), Jorge Lorenzo (2007), Marco Simoncelli (2008), hingga Marc Marquez yang fenomenal (2012).

*        *        *
PAGI itu, mentari memancarkan sinarnya dengan cerah. Dari jok belakang sepeda motor matic, saya asyik bercengkrama dengan pengendara ojek online (Ojol). Banyak yang kami bahas dalam perjalanan nyaris satu jam dari kawasan barat ibu kota menuju Restoran Kaum Jakarta di Jalan Dr. Kusuma Atmaja, Menteng, Jakarta Pusat.

Termasuk, mengenai kapan Rossi pensiun. Meski beda pilihan -saya pengagum (alm) Nicky Hayden, sementara pengemudi Ojol penggemar Rossi- obrolan tetap nyambung. Mungkin, karena kami sama-sama sadar, perbedaan itu merupakan rahmat.

Sebab, kalau semua mengagumi Hayden, bakal jadi datar-datar saja balapannya. Pun demikian jika umat manusia di kolong langit ini menggemari Rossi, sangat menyedihkan bakat dari Marquez dan kawan-kawan hilang begitu saja.

"Yang penting, kita sama-sama berharap suatu saat nanti, ada pembalap Indonesia yang tampil di Moto2 dan MotoGP, ya mas," kata pengendara Ojol tersebut, semringah.

Saya yang sayup-sayup mendengarnya karena di kawasan Thamrin sangat bising akibat merayapnya kendaraan, pun mengamini.

"Setuju mas. Tapi, pelan-pelan ya. Jangan nyelip kayak Rossi. Ini ibu kota, bukan Assen," saya mengingatkan yang disambut gelak tawa dari pengemudi ojol berinisial W tersebut.

Yupz, kebetulan kondisi saya ketika itu kurang fit. Alias, sedang pemulihan akibat kecelakaan di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3). Saat itu, pundak, terutama di tulang selangka sangat ngilu yang merembet ke pinggul hingga paha.

Untungnya, saya pakai helm yang memiliki Standardisasi Nasional Indonesia (SNI), hingga kepala ini -insya Allah- tidak mengalami luka kendati benturannya cukup keras.

Setelah istirahat seharian pada Minggu (4/3), saya pun tidak betah lama-lama di kasur. Yang menyakitkan dari kecelakaan ini bukan karena sakitnya atau ngilu. Melainkan justru harus istirahat. Bisa dipahami mengingat sebagai orang lapangan, saya bukan tipe yang suka diam.

Tiduran itu bagi saya tidak produktif. Namun, apa daya, ingin meraih bulan, tangan tak sampai. Alias, pada Minggu itu saya seharian istirahat tanpa melakukan apa-apa.

Beruntung, pagi harinya saya teringat mendapat undangan dari Frieda Oktavia (Inke Maris & Associates) untuk menghadiri jumpa pers terkait Moto2. Agenda ini langsung jadi kesempatan bagi saya untuk kembali jalan-jalan.

Bersyukur, mang urut yang belajar di Cimande, Sukabumi, membolehkan saya untuk beraktivitas pada Senin (5/3). "Yang penting, jangan bawa sepeda motor dulu. Terus, jangan lari-larian," pesannya yang tentu saja saya ingat.

*        *        *
TIBA di Kaum, suasana sudah ramai dipenuhi rekan-rekan blogger dan jurnalis yang sebagian sudah tak asing karena kerap bertemu dalam beberapa event. Kehadiran kami ini untuk meliput konferensi pers Antangin dan Federal Oil bawa Indonesia mendunia lewat ajang balap motor Moto2 2018.

Yupz, Antangin salah satu produk dari PT Deltomed Laboratories yang sudah berkarya lebih dari 40 tahun di Tanah Air. Nah, 2018 ini, mereka berkolaborasi dengan PT Federal Karyatama (MPM Lubricant) sebagai sponsor tim Gresini di Moto2.

"Kami melihat, partisipasi di Moto2 ini sangat relevan dengan karakter konsumen Antangin. Kami juga mengapresiasi Federal Oil yang telah mengangkat kerja sama ini ke tingkat global," kata Chief Marketing Officer PT Deltomed Laboratories Febby Intan dalam sambutannya.

Bahkan, kolaborasi dengan Federal Oil tidak hanya sebagai sponsor tim Gresini di Moto2 saja. Melainkan juga kegiatan touring dan nonton bareng Moto2 bersama penggemar di Tanah Air.

Fakta itu diungkapkan Presiden Direktur Federal Oil Patrick Adhiatmadja. Menurutnya, kolaborasi dengan sesama perusahaan Indonesia tidak hanya untuk mendongkrak Gresini pada Moto2 2018 saja.

Melainkan, mengangkat nama Indonesia dalam balapan yang melintasi 15 negara ini. Publik akan menyaksikan logo Federal Oil dan Antangin dalam Kalex Moto2 yang merupakan tunggangan Jorge Navarro.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan Antangin dalam ajang balap ini. Sebagai sesama produk lokal, kita memiliki visi yang sama. Yaitu, mengangkat Indonesia di ajang internasional," Patrick, menjelaskan.

Yupz, sebagai bagian dari 200 juta lebih rakyat di negri ini, siapa yang tidak bangga dengan kehadiran logo Antangin dan Federal Oil di Moto2? Apalagi, Moto2 ini melintasi 19 sirkuit di 15 negara.

Ini jadi promosi yang bagus bagi kedua perusahaan itu. Sekaligus, menjadi motivasi supaya kelak, Indonesia memiliki pembalap di Moto2 dan MotoGP!

Aamiin...

*        *        *

Simak artikel selengkapnya di:
- Kolaborasi Antangin dan Federal Oil Angkat Indonesia di Moto2 2018 (http://www.topskor.id/detail/69655/Kolaborasi-Antangin-dan-Federal-Oil-Angkat-Indonesia-di-Moto2-2018)

- Gresini Targetkan Jorge Navarro Finis 5 Besar di Moto2 2018 (http://www.topskor.id/detail/69670/Gresini-Targetkan-Jorge-Navarro-Finis-5-Besar-di-Moto2-2018)




*        *        *
Chief Marketing Officer PT Deltomed Laboratories Febby Intan bersama
Presiden Direktur PT Federal Karyatama Patrick Adhiatmadja dalam sesi
diskusi dengan blogger dan media

*        *        *
Patrick dan Febby berpose di motor yang akan jadi tunggangan Jorge Navarro
pada Moto2 2018

*        *        *
Yupz, ada logo Federal Oil dan Antangin terpampang sangat besar di motor tim
Gresini ini

*        *        *
Foto bersama rekan blogger dan Frieda Oktavia

*        *        *
Akhirnya, selama lebih dari seperempat abad, saya bisa menunggangi
kendaraan Moto2 yang superkeren ini!

*        *        *
Artikel Terkait:
- 5 Alasan Gunakan Federal Matic Spesialis Dingin untuk Motor Matic
- Endurance Journey with Federal Oil dan Cara Membuktikan Pelumas Berkualitas (http://www.kompasiana.com/roelly87/endurance-journey-with-federal-oil-dan-cara-membuktikan-pelumas-berkualitas_55f49391779773ba1b574cad)
- Rahasia Federal Oil Puaskan Konsumen di Indonesia (http://www.kompasiana.com/roelly87/rahasia-federal-oil-puaskan-konsumen-di-indonesia_55f1ed42e6afbdc507c8c2bc)

*        *        *
- Jakarta, 5 Maret 2018

Rabu, 18 Oktober 2017

Michelin Ajak Marquez dan Pedrosa untuk Kampanye Kesadaran Berkendara


Marc Marquez dan Dani Pedrosa menandatangani 10 Golden Rules
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


MICHELIN Safety Academy (MSA) 2017 mencapai puncak kegiatan dengan perayaan kelulusan yang berlangsung kemarin. Tepatnya, penyerahan hadiah simbolisasi di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Tangerang, Selasa (17/10).

Kebetulan, saya turut hadir dalam fase pamungkas kampanye berkendara aman dari Michelin bersama enam rekan blogger dan belasan media. Ini merupakan lanjutan dari Kick-off Michelin Academy Safety yang berlangsung di Miradelima Restaurant pada 4 Oktober lalu (Artikel sebelumnya: Michelin Safety Academy Edukasi Pelajar untuk Berkendara dengan Penuh Tanggung Jawab).

Dalam rangkaian acara itu dihadiri perwakilan dari 400 siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang telah mengikuti program edukasi berkendara aman pada 7 dan 14 Oktober lalu. Juga yang lulus ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C.

Bahkan, puncak dari Michelin Academy Safety 2017 ini turut diramaikan dengan kehadiran dua pembalap MotoGP.Yaitu, Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang sama-sama memperkuat Repsol Honda Team.

Kehadiran dua riders ternama itu bukan tanpa alasan. Maklum, Michelin merupakan sponsor utama MotoGP. Perusahaan ban terkemuka di dunia ini juga menjalin kerja sama dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk kampanye keselamatan.

Di Tanah Air, FIA diwakili Ikatan Motor Indonesia (IMI). Selain kedua federasi itu, Michelin juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas).

Tujuannya, supaya kampanye ini mengena langsung kepada masyarakat luas. Terutama remaja atau pelajar yang belum lama mengendarai sepeda motor. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan berkendara aman supaya dapat jadi pengendara yang bertanggung jawab.

Apalagi, syarat untuk bisa melajukan kendaraan di jalan raya harus memiliki SIM. Itu mengapa, kampanye ini sangat tepat sasaran. Supaya, pelajar yang mengikuti Michelin Safety Academy ini bisa jadi anutan dari orang-orang terdekatnya dalam hal berkendara.

"Para instruktur Michelin Safety Academy dan para coaches telah melakukan pekerjaan baik dalam membantu para siswa untuk lebih memahami pentingnya berkendara," ujar Presiden Direktur Michelin Indonesia Frederick Mueller.

Pria yang akrab disapa Fritz ini menambahkan, "Kehadiran Marquez dan Pedrosa diharapkan dapat menginspirasi siswa untuk jadi pengendara yang bertanggung jawab. Serta, selalu waspada dan mengutamakan keselamatan."

Gayung pun bersambut dengan antusiasme Marquez menyimak rangkaian acara Michelin Safety Acedemy. Pembalap 24 tahun ini mengatakan, "Harapan saya, generasi muda di Indonesia lebih mengutamakan keselamatan berkendara."

Pernyataan senada diungkapkan seniornya, Pedrosa. Rider bernomor punggung 26 ini mengakui, sejak masih muda sangat menyukai balapan. Namun, Pedrosa menegaskan, tidak melakukannya di jalan raya, melainkan sirkuit.

Menurutnya, jalan raya bukan lokasi yang tepat untuk memacu sepeda motor dengan kecepatan maksimal. "Kalau mau balapan ya di sirkuit, bukan di jalanan," Pedrosa, menjelaskan.

"Di sirkuit, kita bisa memacu kendaraan dengan maksimal karena dilengkapi alat keselamatan. Beda dengan di jalan raya yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain," lanjut pria asal Spanyol ini.

Komentar dari Pedrosa beralasan. Sebagai pembalap, tentu dia tahu bagaimana risiko melajukan kendaraan hingga batas maksimal. Untuk itu, Pedrosa dan Marquez menyarankan kepada masyarakat Indonesia yang saat itu diwakili belasan pelajar, supaya berkendara dengan penuh tanggung jawab.

Apalagi, Marquez merupakan Duta FIA untuk keselamatan berkendara dalam skala global. Dalam kesempatan itu, juara dunia tiga kali ini turut mengkampanyekan kesadaran berkendara aman. Salah satunya, dengan selalu menggunakan helm saat mengendarai motor yang termasuk dalam 10 Golden Rules hasil kemitraan FIA dan Michelin.

Marquez bersama Pedrosa, perwakilan dari organisasi pendukung dan siswa, menandatangani deklarasi 10 Golden Rules sebagai tanda dukungannya bagi para pengendara pemula di Indonesia untuk menjadi pengendara yang bertanggung jawab.

"Saya sangat beruntung bisa menjadi salah satupeserta di Michelin Safety Academy. Melalui acara ini, saya mendapatkan pengetahuan berharga mengenai berkendara aman," tutur Anita Rahmawati, salah satu peserta Michelin Safety Academy edisi keempat ini.

Siswi SMAN 50 Jakarta ini melanjutkan, "Termasuk, pengetahuain menegenai tekanan angin pada ban yang sangat penting untuk menjamin keamanan berkendara. Informasi ini dapat menyelamatkan nyawa, tidak hanya bagi diri sendiri saja, tapi juga orang lain."

Yupz, Marquez, Pedrosa, Anita, dan peserta Michelin Safety Academy 2017 sudah membulatkan tekad untuk jadi pengendara yang bertanggung jawab. Saya pun berusaha untuk menerapkannya karena punya pengalaman buruk akibat di jalan raya. Bagaimana dengan kalian?

Yuk, bersama-sama kita terapkan berkendara yang aman di jalan raya. Sekaligus, jadi pengendara yang bertanggung jawab supaya tidak mencelakai diri sendiri dan orang lain. Itu semua, tentu dimulai dari diri sendiri.***


Berikut, 10 Golden Rules Hasil Kemitraan FIA dan Michelin:


1. Memakai Sabuk Pengaman
2. Mematuhi Peraturan Lalu Lintas
3. Mematuhi Batas Kecepatan
4. Memperhatikan Kebugaran
5. Melindungi Anak-anak di Belakang Saya
6. Selalu Siaga Saat Mengemudi
7. Berhenti Saat Merasa Lelah
8. Memakai Helm Saat Bermotor/Bersepeda
9. Berprilaku Santun di Jalan
10. Memeriksa Ban

*         *         *
Saya dan rekan-rekan blogger ikut jadi saksi kampanye kesadaran berkendara

*         *         *
Siswa-siswi pemenang reportase video berhadiah beasiswa dari Michelin

*         *         *
Foto bersama dua pelajar yang meraih hasil tes SIM A dan C terbaik bersama
perwakilan Michelin, Korlantas, Kemenhub, dan IMI 

*         *         *
Deklarasi Golden Rules sebagai wujud nyata kontribusi Michelin untuk Indonesia

*         *         *
Marquez dan Pedrosa memamerkan cendera mata boneka Michelin bersama
Presiden Direktur Frederick Mueller dan Nora Guitet (Head of Public Affair)

*         *         *
1... 2... 3... Klik! Selfie berjamaah Marquez dan Pedrosa

*         *         **         *         *
*         *         **         *         *
*         *         **         *         *

*         *         *


Artikel Terkait:
- Michelin Safety Academy Edukasi Pelajar untuk Penuh Tanggung Jawab
- Michelin Selenggarakan Road Safety Day di Polda Metro Jaya
- HUT Polantas ke-60: Aspirasi Masyarakat Mengurai Kemacetan
- (Esai Foto) Jakarta Metropolitan Police Expo 2016: Demi 3M untuk Masyarakat

*         *         *
- Jakarta, 18 Oktober 2018

Jumat, 06 Oktober 2017

Michelin Safety Academy Edukasi Pelajar untuk Berkendara dengan Penuh Tanggung Jawab


Pelajar dari salah satu SMA di Jakarta yang akan mengikuti Michelin
Safety Academy
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


MICHELIN merupakan perusahaan ban terkemuka di dunia. Sejak didirikan pada 28 Mei 1889, Michelin memproduksi dan memasarkan ban untuk berbagai kendaraan. Mulai dari sepeda, sepeda motor, mobil, kendaraan berat, peralatan pertanian, truk, bus, hingga pesawat terbang!

Dengan pengalamannya lebih dari satu abad itu, wajar jika Michelin sukses di 170 negara. Perusahaan yang bermarkas di Clermont-Ferrand, Prancis ini,memiliki 111.200 pegawai dan mengoperasikan 67 fasilitas produksi di 17 negara.

Namun, selain jualan, Michelin juga selalu berkontribusi kepada masyarakat pada negara yang dituju. Salah satunya, Indonesia yang sudah beroperasi sejak 2011. Sejak saat itu, Michelin selalu mengkampanyekan berkendara sehat.

Kebetulan, saya tidak asing lagi dengan Michelin. Itu karena ban sepeda motor saya selalu berlogo ikonik tersebut. Termasuk, ketika meliput kampanye Road Safety di Polda Metro Jaya pada 1 Desember 2013 (Artikel sebelumnya: Ketika Polwan Meliuk-liuk di Atas Moge).

Setelah nyaris empat tahun, saya kembali meliput acara yang diselenggarakan Michelin. Tepatnya, pada Kick-Off Michelin Safety Academy: Be A Responsible Driver di Meradelima Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/10).

*         *         *

KORPS
Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) merilis jumlah kecelakaan lalu lintas pada kuartal kedua 2017. Dalam periode itu, tercatat lebih dari 25.000 kecelakaan dengan korban mayoritas usia 15 sampai 24 tahun.

Mereka ini merupakan kategori pemula. Ironisnya, justru korban ini sedang dalam fase produktif. Tentu sangat disayangkan. Saya pribadi, prihatin dengan data-data yang dirilis Korlantas Polri itu sungguh membuat hati bergidik.

Nah, sebagai bagian tanggung jawab perusahaan, Michelin melanjutkan komitmen untuk membantu Korlantas Polri dalam upaya menurunkan angka kecelakaan di jalan raya. Yaitu, dengan menyelenggarakan Michelin Safety Academy (MSA) edisi keempat bagi kelompok usia tersebut. Khususnya, siwa dan siswi SMA di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Cilegon.

MSA ini didukung Federasi Otomotif International (FIA). Dalam program ini, Michelin bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Ikatan Motor Indonesia (IMI). Untuk memberikan pelatihan safety driving bagi 450 pelajar, Michelin melibatkan tiga "coach". Yaitu, Fitra Eri, Diandra Gautama, dan MotoMobi.

Mereka akan mengedukasi pengemudi usia muda mengenai berkendara yang aman, sehingga dapat menjadi pengendara yang bertnggung jawab. Terutama, di kalangan pelajar Sekolah Menangah Atas (SMA) yang sudah cukup usia untuk mendapatkan SIM.

"Pengendara pemula rentan terlibat dalam pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di jalan raya jika mereka tidak diperkenalkan bagaimana etika berkendara yang baik dan benar," ujar AKBP Aldo Siahaan.

Sosok menjabat sebagai Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri ini, sangat mendukung program kemitraan instansinya dengan Michelin. Khususnya, dalam upaya menekan jumlah angka pelanggaran lalu lintas yang berujung kelecakaan di jalan raya. Maklum, mayoritas korban kecelakaan itu merupakan pengendara pemula dan pelajar SMA.

"Seperti yang diketahui, banyak kasus kecelakaan di jalan raya berawal dair pelanggaran lalu lintas. Michelin Safety Academy sangat sesuai dengan program Korlantas yang memiliki tujuan meannamkan budaya utamakan keamanan, keselamatan, dan ketertiban di saat berkendara di jalan raya bagi generasi muda Indonesia," Aldo, menambahkan.

*         *         *

PROGRAM edukasi ini akan diadakan di Pusdik Lantas Polri Serpong, Tangerang, pada 7 dan 14 Oktober mendatang. Instruktur dari IMI Jakarta akan membantu melatih pelajar dan mendemontstasikan bagaimana teknik pengereman serta cara berbelok di tikungan tajam dengan benar dan aman.

"Sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat berpartisipasi mendukung penanaman budaya berkendara yang aman di kalangan generasi muda. Michelin Safety Academy merupakan perwujudan fokus perusahaan di Indonesia, yaitu Perfection in Safety yang berdasarkan kepada tiga pilar. Kemanan melalui pemberian edukasi yang berlkelanjutan mengenai berkendara yang aman, inovasi produk dan pelayanan serta dukungan purna jual yang prima," Presiden Direktur Michelin Indonesia Frederick Mueller III, mengungkapkan.

"Michelin komitmen untuk mendukung pergerakan manusia dan barang secara lebih mudah dan keamanan di jalan raya jadi bagian penting dari strategi inovasi perusahaan. Sebagai bagian dai usaha untuk menciptakan ban paling aman, melalui program edukasi ini, kami berusaha untuk mencetak para pengendara muda untuk bertanggung jawab di jalan raya," lanjut Frederick.

Pernyataan sama diungkapkan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IMI Dodi Irawan, "Jalan-jalan di kota besar dipadati jutaan kendaraan setiap harinya. Kondisi ini tentu dapat menyulitkan para pengemudi pemula jika tidak dibekali dengan pengetahuan yang memadai. Kehadiran para pelatih dari kalangan profesional akan dapat menginspirasi pelajar dengan cara yang lebih personal."

Usai mengikuti Michelin Safety Academy, para pelajar itu berkesempatan untuk mendapatkan SIM A dan C dengan mengikuti ujian resmi pada 14 Oktober di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat. Diharapkan, mereka bisa menularkan disiplin berlalu lintas kepada keluarga, teman, dan di lingkungan sekitar.

"Setiap pengguna jalan memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Sebagai generasi penerus bangsa, penting bagi pelajar untuk menyadari hal tersebut. Michelin Indonesia telah membantu upaya pemerintah melalui program ini dalam mempromosikan budaya berkendara yang aman. Kami sangat mengharapkan kemunculan Michelin Safety Academy ini pada tahun-tahun yang akan datang," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hindro Surahmat.

Menyimak hingga akhir dari rangkaian acara ini membuat saya lebih awas lagi dalam berkendara. Saya pribadi masih trauma dengan kecelakaan lalu lintas. Sebab, itu menimpa saya pada 2007 silam akibat mengantuk. Sementara, tiga tahun silam, saya kehilangan mentor di kantor akibat tabrak lari (Artikel sebelumnya: Selamat Jalan Bang Faqih).

Yuk, berkendara dengan penuh tanggung jawab. Bukan hanya untuk keselamatan diri saja, melainkan juga orang lain.***

*         *         *
Presiden Direktur Michelin Indonesia Frederick Mueller III

*         *         *
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hindro Surahmat

*         *         *
AKBP Aldo Siahaan
*         *         *
Head of Public Affair Michelin Indonesia Nora Guitet

*         *         *
Suasana diskusi blogger dengan media

*         *         *
Detik-detik kick-off Michelin Safety Academy

*         *         *
Foto bersama perwakilan Michelin, Korlantas, Dishub, IMI, dan coach

*         *         *
Artikel Terkait:
- Michelin Selenggarakan Road Safety Day di Polda Metro Jaya
- HUT Polantas ke-60: Aspirasi Masyarakat Mengurai Kemacetan
- (Esai Foto) Jakarta Metropolitan Police Expo 2016: Demi 3M untuk Masyarakat

*         *         *
- Jakarta, 6 Oktober 2017

Sabtu, 12 Agustus 2017

Pertamina Ajak Pengunjung GIIAS 2017 untuk Nonton F2 Gratis di Spanyol


Properti mobil Formula 2 Sean Gelael yang didukung penuh Pertamina
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambara lainnya)


GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) memasuki edisi ketiga sejak kali pertama diselenggarakan pada 2015 lalu. Dalam periode itu, PT Pertamina selalu hadir untuk untuk memberikan edukasi kepada pengunjung. 

Sekaligus, setiap tahunnya Pertamina rutin menyelenggarakan acara yang memberikan nuansa hiburan bagi pengunjung GIIAS. Termasuk, pada edisi 2017 ini dengan mengusung konsep lebih mendekatkan kepada pelanggannya yang datang ke pameran otomotif terbesar di Tanah Air. 


Pada GIIAS 2017 ini, Pertamina menempati booth utama di Hall 6E Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang. Kebetulan, siang tadi, Sabtu (12/8) saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi booth Pertamina. 

Banyak pengalaman menarik yang menambah wawasan saya saat mengikuti berbagai acara yang diselengarakan Pertamina pada hari ketiga GIIAS 2017 tersebut. Mulai dari menyaksikan berbagai properti balap, games interaktif, game simulator, hingga bergoyang ria bersama puluhan pengunjung lainnya untuk menikmati musik khas Rizky Febian. 

Puncaknya, ketika kami mendapat edukasi mengenai ragam bahan bakar minyak (BBM) produksi Pertamina. Termasuk, Pertamax Turbo yang diluncurkan Pertamina untuk memenuhi selera bahan bakar penggemar otomotif. 

Maklum, Pertamax Turbo merupakan bahan bakar minyak berkualitas internasional dengan nilai oktan 98. Pertamax Turbo sangat cocok bagi konsumen pemilik kendaraan berteknologi tinggi. Itu diungkapkan Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito. 

Menurutnya, Pertamax Turbo diproduksi untuk menjawab kebutuhan konsumen kelas atas yang memiliki kendaraan kelas supercar dan berteknologi tinggi. Produk ini sudah digunakan di kejuaraan Lamborghini Blancpain Supertrofeo Series di Eropa. Sekarang, Pertamax Turbo sudah jadi salah satu piihan konsumen bahan bakar Pertamina.

"(Saat ini) kendaraan semakin canggih seperti supercharger, turbocharger, dan gasoline direct injection akan menjadikan tekanan kompresi mesin kendaraan semakin tinggi. Sehingga, diperlukan bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi. Itu alasan penting mereka memilih produk ini (Pertamax Turbo)," kata Adiatma.

Pertamax Turbo merupakan pengembangan dari Pertamax Plus yang telah dilengkapi Ignition Boost Formula (IBF). Bahan bakar ini memiliki keunggulan untuk meningkatkan driveability kendaraan, sehingga lincah bermanuver. 

Akselerasi mesin jadi lebih bagus, karena torsi yang dihashilkan lebih tinggi. Pertamax Turbo juga mampu meningkatkan kecepatan maksimal (top speed) kendaraan dan meningkatkan tenaga mesin kendaraan serta menyempurnakan pembakaran bahan bakar pada mesin. 

Alhasil, cocok digunakan bagi kendaraan dengan perbandingan kompresi lebih dari 12. Komponen IBF jadi formula yang mampu meningkatkan respons terhadap kebutuhan pembakaran untuk menghasilkan performa yang lebih tinggi. 

"Jika trennya teurs meningkat, kami akan perluas jangkauan distribusinya di seluruh SPBU," Adiatma, menegaskan.

Apa yang dikatakan pria murah senyum ini beralasan. Sebab, Pertamina sudah menyediakan Pertamax Turbo di SPBU Utama di 8 Marketing Operation Region (MOR). Di setiap SPUB, Pertamax Turbo identik dengan nozel warna merah yang kontras dengan Pertamax biasa (biru), Premium (kuning), dan Pertalite (hijau). 

Yang menarik, Pertamax Turbo juga sudah digunakan pada balapan di empat sirkuit ternama Eropa! Yaitu, sirkuit Monza di Italia, Silverstone (Inggris), Paul Richard (Prancis), dan Spa Francorchamps (Belgia).

*         *         *

BAGI saya pribadi, Pertamina tidak melulu tentang bahan bakar minyak saja. Bahkan, perusahaan yang bermarkas di Jalan Medan Merdeka Timur ini kerap memberi dukungan kepada berbagai atlet di dunia olahraga. 

Kebetulan, profesi saya sebagai jurnalis olahraga tidak asing dengan Pertamina. Sebab, beberapa kali meliput event olahraga yang diselenggarakan Pertamina. Termasuk, jadi saksi perjalanan Satria Muda Pertamina yang jadi runner-up Indonesian Basketball League (IBL) 2017.

Teranyar, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap kiprah atlet nasional di bidang otomotif, Pertamina menggelar talkshow Road to Jerez bersama pembalap F2 Sean Gelael (12/8). Dalam kesempatan itu, Head of Marketing Communication Dendi T Danianto memberi penjelasan.

Selain meluncurkan dan uji pasar My Pertamina Loyalty Program, perusahaan BUMN ini juga menggelar acara yang dimaksud untuk menyemangati perjuangan para pembalap nasional dalam rangka mengharumkan nama Indonesia di kancah otomotif internasional.

Acara yang dihadiri Sean sebagai narasumber ini diramaikan komunitas dari Braver dan Karimun Club Indonesia. Event ini juga dimeriahkan penggemar yang setia mendukung Sean, yaitu Seansation.

"Selain talkshow, kami juga memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk dapat mengikuti dan merasakan perjalanan Sean pada #RoadToJerez," Dendi, menambahkan.

#RoadToJerez merupakan campaign yang dibuat Pertamina khusus selama GIIAS 2017 untuk mengajak masyarakat umum turut mendukung Sean pada Seri Formula 2 yang berlangsung 4-12 Oktober mendatang di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Nah, sebagai bocoran, jika Anda mengunjungi booth Pertamina berkesempatan mendapat kupon #RoadToJerez dengan cara berikut ini.

1. Belanja produk-produk Pertamina di booth Pertamina GIIAS 2017 senilai Rp 200.000, maka Anda berkesempatan mendapatkan 1 buah kupon Road To Jerez.

2. Membeli Pertamax Series senilai Rp 300.000 dan menukarkan bon pembelian dengan 1 buah kupon Road to Jerez di booth Pertamina GIIAS 2017.

3. Bermain di Drive Your Style booth Pertamina dan mendapatkan 1 buah kupon Road to Jerez.

Promo #RoadToJerez ini akan diundi saat penutupan GIIAS pada 20 Agustus mendatang di booth utama Pertamina Hall 6E ICE BSD, Tangerang. Akan ada 3 pemenang yang beruntung untuk mendapatkan masing-masing 1 paket Road To Jerez dan bisa mengajak 1 orang saudara/teman untuk pergi bersama. 

Nah, tunggu apa lagi, yuk kunjungi booth Pertamina di GIIAS Hall 6E, ICE BSD, Tangerang, hingga Minggu (20/8)! Saya sudah mengumpulkan satu kupon. Selanjutnya, giliran Anda yang mungkin beruntung bisa ke Spanyol bersama Pertamina!

*         *         *

TERTARIK mengikuti rangkaian acara Pertamina di GIIAS 2017? Berikut, berbagai link penting yang bisa Anda ikuti:


Hashtag di Media Sosial:
#Pertamina
#RaiseTheBar 

#PertaminaGIIAS2017 
#GIIAS2017
#RoadToJerez



*         *         *
Motor tim Pertamina Almeria Racing Team yang dipakai Ali Adrian

*         *         *
Mobil Pertamax Motorsport Team untuk balapan reli

*         *         *
Informasi terkait nonton F2 di Spanyol bersama Pertamina

*         *         *
Saya sudah mengumpulkan satu poin, selanjutnya giliran Anda

*         *         *
Pengunjung bermain game simulator di booth Pertamina

*         *         *
Antrean pengunjung untuk ikut bermain game interaktif

*         *         *
Aksi Rizky Febian membuat pengunjung GIIAS bergoyang di booth Pertamina

*         *         *
Pertamax Turbo memiliki oktan 98 yang cocok untuk kendaraan
berteknologi tinggi

*         *         *
Booth Pertamina di GIIAS 2017 terdapat pada Hall 6E ICE BSD, Tangerang

*         *         *
Artikel Terkait Pertamina Sebelumnya

Roelly87
- Ini Tips Merawat Sepeda Motor
- Di Balik Kompasianival 2016

Kompasiana
- Porseni BUMN 2015 Siap Lahirkan Bintang (http://www.kompasiana.com/roelly87/porseni-bumn-2015-siap-lahirkan-bintang_564dffb4b79373d60ac06f73)

TopSkor
- Ketika Brand Pertamina Tidak Sekadar Jualan BBM atau Pertamax Saja (http://www.topskor.id/detail/37270/Ketika-Brand-Pertamina-Tidak-Sekadar-Jualan-BBM-atau-Pertamax-Saja)
- Kemeriahan Satria Muda Pertamina saat Rilis Skuat untuk Hadapi IBL 2017 (http://www.topskor.id/detail/43201/Kemeriahan-Satria-Muda-Pertamina-saat-Rilis-Skuat-untuk-Hadapi-IBL-2017/3)
- Pertamina Tegaskan Komitmen Dukung Atlet dan Olahraga Indonesia untuk Berprestasi di Pentas Dunia (http://www.topskor.id/detail/36592/Pertamina-Tegaskan-Komitmen-Dukung-Atlet-dan-Olahraga-Indonesia-untuk-Berprestasi-di-Pentas-Dunia)
- Sediakan Hadiah Rp 350 Juta, Pertamina dan PP PBSI Selenggarakan Pertamina Open 2016 (http://www.topskor.id/detail/39624/Sediakan-Hadiah-Rp-350-Juta-Pertamina-dan-PP-PBSI-Selenggarakan-Pertamina-Open-2016)
- PSSI Jalin Kerja Sama dengan Pertamina untuk Tiga Tahun ke Depan (http://www.topskor.id/detail/56936/PSSI-Jalin-Kerja-Sama-dengan-Pertamina-untuk-Tiga-Tahun-ke-Depan)

*         *         *

- Jakarta, 12 Agustus 2017