TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Catatan Harian Bloger

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian Bloger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian Bloger. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Januari 2024

Stik Kentang Terlezat di Jakarta

Stik Kentang Terlezat di Jakarta

Ilustrasi stik kentang di Stasiun Tebet
(Foto: @roelly87)

STIK kentang goreng termasuk cemilan yang paling banyak tersebar di Jakarta. Harganya murah meriah.

Mulai dari Rp 5.000 per bungkus. Kemasannya simpel.

Hanya dibungkus plastik. Plus tusuk lidi.

Beda dulu ketika saya masih kecil pada 1990-an. Biasanya stik kentang hanya tersedia di beberapa restoran ternama seperti M*D, KF*, A*W, CF*, Tex*s, dan sebagainya.

Memasuki pergantian milenium sudah bisa beli yang frozen. Tinggal digoreng sendiri. Harganya pun ketika itu cukup terjangkau.

Lanjut, kini stik kentang sebungkus berisi belasan hingga puluhan kentang. Bentuknya macam-macam.

Mayoritas vertikal, ya namanya juga stik. Namun, ada juga yang gepeng atau cenderung bulat.

Apa pun itu, sah-sah aja. Tergantung yang jual.

Yang pasti, sebungkus berisi belasan hingga puluhan stik. Ditambah bumbu bubuk.

Entah itu pedas, asin, atau manis. Untuk saos, opsional.

Tergantung penjualnya. Ada beberapa yang menyediakan, beberapa ga. Alias cukup bumbu bubuk.

Yang pasti, bagi saya pribadi, stik kentang merupakan cemilan idaman. Hanya dengan mengeluarkan Rp 5.000, cukup untuk menangsal perut.

Tentu, stik kentang ga bikin kenyang. Wajar saja, mengingat itu sekadar cemilan.

Kalo mau kenyang ya makan nasi. Bisa di Warung Tegal (Warteg), Padang, Sunda, dan sebagainya.

Kebetulan, sebagai ojek online (ojol), saya sering membeli stik kentang. Selain harganya murah, pedasnya nampol, juga tersebar luas di penjuru ibu kota.

Ya, hampir seluruh stik kentang yang dijual di Jakarta sudah saya coba. Lima di antaranya:

1. Tiangseng, Jakarta Pusat
2. Stasiun Cawang, Jakarta Selatan
3. Gang Kancil, Jakarta Barat
4. Turunan Darussalam, Jakarta Selatan
5. Stasiun Tebet, Jakarta Selatan

Yupz, mayoritas di Jakarta Selatan (Jaksel) dengan tiga penjual. Sisanya, Pusat dan Barat.

Bagaimana dengan dua wilayah lainnya?

Utara? Biasa aja. Ada di Tanah Merah dan Teluk Gong, yang sama-sama di Kecamatan Penjaringan.

Timur? Pernah coba di Kawasan BKT, Pulo Gadung, dan Condet.

Hanya, sejauh ini standar. Enak tapi ga berkesan.

Ya, namanya juga selera. Apa pun itu, pasti subjektif.

*       *       *

TERKAIT penjelasan stik kentang favorit di lima lokasi tersebut, adalah:

1. Tiangseng, Jakarta Pusat

Lokasi: di Kawasan Mangga Dua, perbatan antara Jakarta Pusat dengan Barat. Tepatnya, di pasar kaki lima seberang Stasiun Jayakarta.

Harga: Mulai Rp 5.000 per bungkus.

Rasa: Paling enak se-Jakarta. Apalagi kalo garing baru digoreng. Kriuk-kriuknya teopebegete.

Kelebihan: Ada saosnya.

Kekurangan: Kalo Sabtu dan Minggu malam, susah aksesnya akibat jalanan penuh.


2. Stasiun Cawang, Jakarta Selatan

Lokasi: Persis depan Stasiun Cawang yang jadi favorit Anak Kereta (Anker).

Harga: Mulai Rp 5.000 per bungkus

Rasa: Sangat enak. Biarpun lembek kalo belinya udah lama, tidak bau amis

Kelebihan: Ada saosnya.

Kekurangan: Kalo jam sibuk atau pulang kerja, susah akses. Kehalang parkiran motor dan ojol. Ha ha ha.



3. Gang Kancil, Jakarta Barat

Lokasi: Jalan Keamanan, belakang Mall Paragon

Harga: Mulai Rp 5.000 per bungkus

Rasa: Mungkin ini stik kentang pertama yang saya beli sejak ngojol. Porsinya banyak banget. Murah meriah. He he he

Kelebihan: Akses cukup. Komposisi pas. Isinya melimpah sampe tumpah

Kekurangan: Ga ada


4. Turunan Darussalam, Jakarta Selatan

Lokasi: Samping Kuningan City, Jalan Dr. Satrio

Harga: Mulai Rp 5.000 per bungkus
Rasa: Enaklah. Ada saosnya. Bentuknya agak gepeng atau bulat ga mirip stik. Tapi tetep kentang goreng. Ha ha ha

Kelebihan: Enak

Kekurangan: Macet kalo jam sibuk di Jalan Dr. Satrio.


5. Stasiun Tebet, Jakarta Selatan

Lokasi: Depan Stasiun Tebet, pintu barat

Harga: Mulai Rp 5.000 per bungkus

Rasa: Cukup enak

Kelebihan: Enaklah

Kekurangan: Ga ada. Akses gampang, ga jauh dari tikungan.


*       *       *

NAH, demikian catatan saya tentang stik kentang terlezat di ibu kota. Next saya akan tulis cemilan lainnya.

Misalnya, stik ayam di Cengkareng. Harganya mulai Rp 10.000 dengan saos tomat, keju, bbq, hingga mozzarella...

Mantul!

Untuk chiki, juga banyak. Maklum, sebagai ojol, tentu saya butuh cemilan setelah makan berat dan kopi untuk mendongkrak semangat dalam perjalanan.



*       *       *

- Jakarta, 14 Januari 2023



*       *       *



Artikel Kuliner Sebelumnya:

- Menikmati Sensasi Sop Durian buatan Annisa (http://www.roelly87.com/2016/01/menikmati-sop-durian-buatan-annisa.html)

- Bernostalgia dengan Legitnya Ketan Durian Khas Sumatera Barat (https://www.kompasiana.com/roelly87/54f4acd7745513792b6c8cf9/bernostalgia-dengan-legitnya-ketan-durian-khas-sumatera-barat?page=all#section2)

- Menikmati Nasi Kucing di Sudut Utara Ibukota (https://www.kompasiana.com/roelly87/551075e9a333111c37ba86eb/menikmati-nasi-kucing-di-sudut-utara-ibukota)

- Menikmati Jajanan di Bursa Kue Subuh, Pasar Senen (https://www.kompasiana.com/roelly87/552b035bf17e614660d623b6/menikmati-jajanan-di-bursa-kue-subuh-pasar-senen)

- Sensasi Berburu BTS Meal (http://www.roelly87.com/2021/06/sensasi-berburu-bts-meal.html)

- Chitato Rasa Mi Goreng dan Sensasi yang Bikin Ketagihan (http://www.roelly87.com/2016/03/chitato-rasa-mi-goreng-dan-sensasi-yang.html)





Rabu, 13 Desember 2023

Prabowo Kembali ke Setelan Pabrik

Deja Vu 2014 dan 2019 Mulai Terlihat

Ilustrasi Iron Man dikeroyok Captain America dan Winter Soldier (Foto: @roelly87)

BELUM juga kering tinta yang saya tulis terkait Prabowo Subianto yang kini berubah dari tegas ke gemoy. Eh, sekarang kembali ke setelan pabrik.

Itu terjadi saat Ketua Umum Partai Gerindra ini mengikuti debat calon presiden (capres) 2024-2029. Acaranya diselenggarakan di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Prabowo yang memiliki nomor urut capres 02 tampak kesulitan meladeni gempuran dari dua rivalnya. Yaitu, Anies Baswedan (01) dan Ganjar Pranowo (03).

Ajang pembantaian. Demikian, konklusi yang saya amati sepanjang debat.

Memang, saya tidak menyaksikannya secara utuh di Youtube. Melainkan, sempat terpotong akibat pada saat bersamaan memasuki jam sibuk.

Ya, sebagai ojek online (ojol) yang bermitra dengan lima aplikasi, tentu saya mengutamakan mencari uang lebih dulu. Sebab, pukul 16.00-21.00 WIB merupakan puncak dalam periode order antar penumpang, makanan, dan barang.

Apalagi, bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12/12. Sudah pasti, ramai orderan dari marketplace.

Saya memang sangat menantikan debat perdana capres 2024 ini. Namun, tetap dapur ngebul yang utama.

Itu mengapa, saya streaming di Youtube harus terpotong saat pengantaran order. Sisanya, baru disaksikan lagi jika selesai.

Begitu seterusnya hingga debat usai. Selain streaming, saya juga menyaksikan berbagai cuplikan dari Prabowo dan dua capres lainnya di media sosial.

Menurut saya, jujur saja debat capres 2024 perdana ini jadi panggung Anies. Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 itu sangat menguasai permasalahan.

Itu mengapa, saya turut mencuit di twitter (x) pada pukul 21.50 WIB.

"Prabowo memang agak kesulitan kalo debat/presentasi.

apalagi 2 lawannya sangat piawai bicara, Anies & Ganjar.

Nilai Peserta #DebatCapres 12/12:

01: 8
02: 6
03: 7

tapi ini hanya debat, dalam 2 bulan ke depan, semuanya bisa berubah hingga 14 Februari 2024

#CatatanHarianBlogger"

Btw, saking geregetnya menyaksikan penampilan Prabowo, saya sampai keliru saat menulis kata "blogger". Padahal, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang benar adalah "bloger".

Alias "L-nya" sekali. Kalo "double L" berarti produk dari Google.

Sepele, tapi cukup mengganggu. Mengingat saya terbiasa menyematkan tagar tersebut di setiap postingan medsos.

Ya sudahlah.

*       *       *

MENYAKSIKAN debat capres 2024 perdana ini ibarat handicap dalam film Captain America: Civil War. Yaitu, saat Iron Man dikerubuti Captain America dan Winter Soldier di Siberia.

Ini memang cocoklogi. Namun, faktanya memang demikian.

Prabowo seperti diserang secara sporadis oleh Anies dan Ganjar. Tidak seimbang memang.

Meski, Prabowo sempat menyerang balik. Pada saat yang sama, Ganjar turut saling sikut dengan Anies.

Kalo dalam sepak bola, Prabowo itu menganut paham catenaccio. Anies dengan total football dan Ganjar (Tiki-taka).

Namun, keduanya seolah punya kesamaan musuh. Setelah reda berjibaku, Anies dan Ganjar kompak menyerang Prabowo.

Makjleb!

Seperti yang saya tulis sebelumnya, "Prabowo: Sang Penculik yang Berharap Mandat Langit", memang Menteri Pertahanan (Menhan) ini lemah dalam menyampaikan pandangan kepada khalayak umum. Jangankan debat, untuk presentasi saja, Prabowo agak kepayahan.

Kendati, apa yang disampaikan sangat logis dan subtansinya sesuai. Kelebihannya, putra dari Soemitro Djojohadikusumo ini saat berorasi.

Itu yang mengingatkan saya pada Bung Besar: Soekarno.

Namun, debat merupakan kewajiban setiap capres. Apalagi, disaksikan jutaan rakyat Indonesia yang akan memilih pemimpin dalam lima tahun ke depan.

Tak heran jika Anies mati-matian untuk curi panggung. Pada saat yang sama, Ganjar turut mengintip peluang untuk menyerang keduanya.

Ha... Ha... Ha...

Seru!

Sekaligus, ini jadi alarm juga untuk Gibran Rakabuming. Maklum, putra sulung Presiden Joko Widodo ini juga akan mengikuti debat cawapres dengan Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.

Yang menarik, dua pasangan capres-cawapres itu merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM)! Sementara, Gibran dan Prabowo, bukan.

Jelas, pada debat antar cawapres nanti, Gibran bakal dirujak Muhaimin dan Mahfud yang jauh lebih senior di dunia politik. Saya ga bisa membayangkan, reaksi Walikota Solo itu saat meladeni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) serta Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

*       *       *

INTONASI Prabowo tampak meninggi saat meredam serangan Anies. Raut wajahnya pun terlihat geregetan ketika disinggung soal kepindahan dari oposisi ke penguasa.

Ekspresi Prabowo pun menegang. Sumpah, gestur tubuhnya tidak bisa bohong.

Bagi saya, itu seperti Prabowo kembali ke setelan pabrik. Yaitu, saat jadi capres 2014 dan 2019.

Ketika itu, Prabowo memang terlihat emosional. Bahkan, sempat menggebrak podium.

Momen dua pilpres itu nyaris kembali terlihat, kemarin. Memang, gimmick gemoy belum buyar sepenuhnya.

Namun, ini bahaya bagi jutaan masyarakat yang menonton debat capres. Khususnya, generasi milenial yang sangat mengelu-elukan eks Danjen Kopassus tersebut.

Saya jadi teringat novel Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga karya Chin Yung (Jin Yong). Dalam satu adegan, diceritakan perwakilan aliran kepercayaan dari Persia mengatakan kepada Ketua Partai Gobi (Emei).

Bahwa, ilmu silat memang dapat ditingkatkan dengan pelajaran dan latihan. Sungai dan gunung mudah ditaklukkan, tapi watak manusia susah diubah.

Yupz!

Dalam empat tahun terakhir, Prabowo sudah berusaha mengubah perangainya. Dari terkesan tegas dan temperamen jadi gemoy.

Hanya, wataknya memang sulit diubah. Khususnya, dibanding dua capres lainnya.

Maklum, rival-rivalnya yang jebolan UGM tentu sudah beradaptasi dengan lingkungan Yogyakarta yang dikenal ramah dan egaliter. Apalagi, Anies merupakan akademisi yang pandai merangkai kata.

Sementara, Ganjar dikenal sebagai politisi ulung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Sebelum jadi Gubernur Jawa Tengah dua periode juga sudah berpengalaman di DPR 2004-2013.

Prabowo? Dibesarkan dalam keluarga ningrat.

Kakeknya, Margono Djojohadikusumo merupakan pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung yang pertama. 

Ayahnya, Soemitro, dikenal sebagai begawan ekonomi. Juga sempat menjabat Menteri Keuangan, Perdagangan, dan Riset.

Mertuanya, Soeharto, merupakan Presiden Kedua Indonesia. Sekaligus, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) 1963-1965 yang 35 tahun berselang jejaknya diikuti Prabowo.

Ya, besar dari keluarga bangsawan dengan didikan militer membuatnya sulit untuk meladeni Anies dan Ganjar. 

Kedua rivalnya itu egaliter. Bisa berbaur dengan siapa saja yang membuat pergaulannya luas. Sementara, jalan hidup Prabowo yang keturunan ningrat sangat berliku.

Ini jadi PR bagi tim sukses (timses) dan konsultan politiknya. Saya yakin, di belakang panggung debat, mereka mati-matian untuk membisiki Prabowo terkait strategi selanjutnya.

Khususnya, terkait Pertahanan, Hubungan Internasional, dan Geopolitik yang kemungkinan jadi panggung Prabowo. Saya berharap, dalam empat debat (bersama cawapres) selanjutnya, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia ini bisa counter attack!

Sebagai penggemarnya, saya juga optimistis Prabowo punya "Kartu Truf" yang akan dilepaskan pada momen yang tepat. 

Bagaimana pun, garam yang ditelan Prabowo sepanjang hidupnya mungkin lebih banyak dibanding butiran nasi yang dimakan Anies dan Ganjar.

Ya, "save the best for the last!"

Ih... Keren!***

*       *       *

- Jakarta, 13 Desember 2023

*       *       *

Artikel Sebelumnya:








Artikel Selanjutnya:

- Prabowo Presiden 2024, Ganjar Mendagri, Anies Menlu, dan AHY Menhan (Bumi 666)

- (What If) Prabowo Kalah Lagi



...