TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Jadi Saksi Ketahanan Ponsel Oppo demi Membuktikan Kualitas yang Terbaik

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 08 Juni 2016

Jadi Saksi Ketahanan Ponsel Oppo demi Membuktikan Kualitas yang Terbaik


Logo OPPO yang ikonik di pabrik OPPO Indonesia di Tangerang

TELEPON seluler (ponsel) sudah jadi kebutuhan utama bagi umat manusia saat ini. Menurut saya pribadi, ponsel sudah masuk jadi kebutuhan sekunder seperti gadget (komputer atau laptop), sepeda motor, dan internet.

Kalau mau jujur, sejak era 2000-an, saya sulit melakukan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari tanpa ponsel atau biasa disebut smartphone. Itu karena dalam profesi saya yang selalu di lapangan, ponsel merupakan alat bantu utama. Khususnya, untuk mengirim berita ketika liputan, foto, video, dan komunikasi dengan kantor.

Begitu juga ketika di luar pekerjaan. Misalnya, ponsel sebagai alat komunikasi antarkeluarga dan pendukung kegiatan hobi seperti ngeblog. Ya, sebagai blogger, bagi saya, ponsel sangat multiguna. Dengan ponsel, saya bisa menulis yang disimpan di draft dan dilanjutkan di komputer/laptop di rumah.

Ya, ponsel merupakan kebutuhan sekunder yang hanya di bawah primer yang meliputi pangan-sandang-papan. Namun, sudah belasan tahun menggunakan ponsel, saya baru mengetahui untuk membuat satu perangkat, ternyata prosesnya tidak mudah. Alias rumit. Dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dari segenap karyawannya demi menghasilkan ponsel terbaik.

*       *       *
PAGI itu, Selasa (31/5), matahari tampak malu-malu. Ya, rinai menemani saya sepanjang perjalanan dari rumah menuju Menara Jamsostek di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Kehadiran saya di gedung bertingkat 25 ini untuk menuju kantor OPPO Indonesia yang terletak di lantai 12A.

Selanjutnya, saya dan puluhan rekan blogger bersama penggawa Oppo Community menggunakan bus untuk melakukan kunjungan ke pabriknya di kawasan Tangerang, Banten. Mengunjungi pabrik ponsel merupakan pengalaman baru bagi saya.

Sekaligus, menambah daftar portofolio saya sebagai blogger setelah sebelumnya turut mengunjungi stasiun demi stasiun, perumahan, kantor Bea Cukai, kantor Pajak, berbagai pabrik seperi Kertas, Oli, Sepeda Motor, Air Mineral, dan sebagainya.

Ini berkat informasi dari rekan blogger, Lidya Fitrian pada akhir April lalu. Wanita penggemar Manchester United (MU) itu mengajak saya untuk mengisi formulir kunjungan ke pabrik OPPO yang di-posting Unggul Sagena di blog pribadinya.

Kebetulan, saya tidak asing dengan OPPO. Meski hingga kini belum menggunakan produknya -maklum, pertengahan 2015 baru membeli ponsel yang cicilannya lunas setelah Idul Fitri mendatang- namun saya sudah mengetahui kualitasnya berdasarkan pengalaman rekan kantor yang sudah memilikinya.

Apalagi, saya jadi saksi saat OPPO meluncurkan salah satu smartphone terbaiknya, R7S di Empirica, 7 Desember lalu. Sejak itu, saya terpincut dengan beragam produk dari perusahaan yang memiliki motto "Menikmati Hidup Juga Butuh Seni".

Terutama, R7S, yang bagi saya merupakan smartphone yang sangat memesona. Namun, ibarat orang pacaran, kerinduan saya pada tipe tersebut terbentur dengan harga yang saat peluncuran mencapai Rp 4,9 juta. Meski begitu, setidaknya, enam bulan lalu saya pernah membedah berbagai fiturnya yang membuktikan OPPO R7S sebagai salah satu smartphone terbaik di kolong langit.

*       *       *
"SELAMAT datang di pabrik OPPO Indonesia yang berlokasi di Tangerang. Kami akan mengajak rekan-rekan blogger untuk melihat lebih dekat proses pembuatan berbagai smartphone kami. Mulai dari awal bahan hingga pengepakan," tutur Product Executive OPPO Indonesia, Wenly Zhang, saat menyambut saya, Lidya, Unggul, dan puluhan rekan blogger lainnya.

Apa yang dikatakan lulusan South China University of Technology ini membuat saya bangga. Sebab, itu berarti, pihak OPPO merespons aspirasi blogger. Maklum, dalam artikel sebelumnya, saya sempat mengutarakan keinginan agar kami, para blogger, bisa mengunjungi pabrik OPPO di Tangerang.

Itu setelah saya mendengar penuturan langsung dari Suwanto selaku Public Communication OPPO Indonesia saat peluncuran OPPO R7S. Bisa dipahami, mengingat dengan keberadaan pabrik di Tangerang membuktikan mereka tidak hanya mementingkan jualan saja seperti produsen smartphone lainnya.

Melainkan juga turut berkontribusi terhadap perekonomian di negeri ini. Sebab, keberadaan pabrik di Tangerang bakal menyediakan lapangan kerja bagi ribuan warga sekitar yang mendukung program pemerintah. Terlebih, sebagai blogger, saya bangga bisa diajak langsung untuk menyimak rumitnya proses produksi berbagai smartphone OPPO.

Dengan mata kepala saya sendiri, saya menyaksikan bagaimana setiapa elemen di pabrik OPPO bekerja keras dan cerdas demi menghasilkan produk terbaik. Konsistensi, disiplin, dan inovasi, jadi faktor kunci kesuksesan dari perusahaan yang pertama kali membuat ponsel pada 2008 ini.

Itu karena untuk satu smartphone saja, butuh banyak orang -tidak hanya mesin- yang harus membongkarnya untuk mengetahui kualitasnya. Cek dan ricek dari awal hingga dimasukkan ke dalam kardus dilakukan secara kontiuniuitas.

Bahkan, saya beruntung jadi saksi ketika berbagai smartphone OPPO dilakukan pengujian secara ekstrem sebelum dipasarkan ke masyarakat. Yaitu, dengan dibanting, panaskan hingga 70 derajat celcius, didinginkan sampai minus derajat celcius, bahkan saat seluruh komponen di dalamnya dibongkar!

Itu semua demi memastikan, jika seseorang memiliki ponsel OPPO dan mengalami kejatuhan -misalnya dari sepeda motor-, komponen di dalamnya tetap utuh. Ya, itu membuktikan OPPO benar-benar konsisten memberi yang terbaik kepada pelanggannya.

Bagi saya pribadi, dengan berkunjung ke pabrik seluas 27 ribu meter persegi ini sukses membuka wawasan saya. Ternyata, di balik kesuksesan OPPO di Tanah Air, ada tangan-tangan terampil untuk menjaga kualitas smartphone-nya sebelum sampai ke tangan pembeli.

*       *       *
OPPO Indonesia memastikan brand-nya simbol dari kualitas tertinggi

*       *       *
Product Executive OPPO Indonesia, Wenly Zhang, menyambut puluhan blogger di pabriknya

*       *       *
Karyawan di pabrik OPPO Indonesia dengan seragam yang harus steril

*       *       *
Sebelum masuk pabrik OPPO, saya dicek untuk memastikan pakaian saya tetap steril agar berbagai komponen smartphone tidak terkontaminasi 

*       *       *
Potret terampil karyawan OPPO Indonesia

*       *       *
Kunci kesuksesan OPPO Indonesia: Konsistensi, Disiplin, dan Inovasi

*       *       *
Tangan-tangan terampil di balik kualitas terbaik berbagai smatphone OPPO 

*       *       *
Beberapa smartphone OPPO diuji ketahanannya dengan dibanting dari ketinggian tertentu

*       *       *
Rekan-rekan blogger menyimak cara kerja alat penguji yang dioperasikan tangan terampil dari karyawan OPPO Indonesia

*       *       *
Cek dan ricek secara kontinuitas di laboratorium demi memastikan kualitas terbaik

*       *       *
Foto bersama rekan blogger dan tim OPPO Indonesia

*       *       *

Tim OPPO Indonesia yang setia menunggu kami di depan pabrikknya hingga bus yang kami tumpangi benar-benar pergi

*       *       *
Artikel sebelumnya:
- Tujuh Alasan Oppo R7S Sebagai Teman Sehari-hari

*       *       *
Keterangan: Berbagai foto selain bertanda @roelly87 merupakan milik OPPO Indonesia yang untuk artikel di blog ini sudah mendapat izin resmi dari tim OPPO Community.

- Jakarta, 8 Juni 2016

3 komentar:

  1. Waduh seru banget ya kunjungan ke pabrik opponya jadi pengen coba nih, tapi dapat satu gak opponya atau gak ?. ahi hi hi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdullilah, dapat pengalaman yang berharga mas :)
      seumur2 saya baru tahu proses dari a-z suatu ponsel sebelum sampai ke tangan masyarakat dengan kualitas terbaik...

      Hapus
  2. asyik banget sering dapet backlink dari blognya hehehe

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)