TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Bendera Putih

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 17 Juni 2015

Bendera Putih


MUTER-muter. Demikian menurutmu tentang percakapan kita
Selalu begitu
Mungkin, kesalahan persepsi ini akan terus berlanjut
Bahkan, hingga ladang gandum menjadi cokelat
Stigma itu tidak bakal berubah

Namun, setidaknya itu yang mampu kulakukan
Setidaknya, aku sudah berusaha
Toh, aku tahu hasilnya bakal sama saja
Satu kalimat yang selalu kuingat dari ucapanmu

Meski begitu, tidak terbersit dari lubuk hati ini untuk menyerah
Sama seperti pertandingan sepak bola yang kita tonton
Bagaimanapun, Barcelona lebih unggul dibanding Juventus
Bahkan, skor pertandingan sudah bisa ketebak

Hanya, bukan berarti para pemain "si Nyonya Besar" harus mengibarkan bendera putih sebelum bertanding
Tidak.
Itu tidak akan pernah
Mereka tetap berjuang hingga 90 menit pertandingan.

Hasilnya?
Kalah
Skor 1-3 yang membuatku patah hati dan... kosong!
Tapi, tahukah kamu bahwa di lapangan mereka tetap berusaha?
Berusaha meski paham bahwa hanya "kejaiaban" yang membuat Juventus menang

Itu seperti diriku
Bisa jadi, apa yang kulakukan selama ini
Menurutmu sia-sia
Tapi, aku lebih baik kalah dan gagal setelah melakukan segenap usaha
Saat itu, mungkin aku bisa bangga menceritakan kepada anak-cucu
Bahwa, aku telah berusaha segenap kemampuan

 *        *       *

"Di dunia ini, manusia mana yang tak akan mati?
Aku menggunakan kesetiaan untuk mencataat kitabsejarah"


Satu-satunya penyesalanku
Ya, satu-satunya
Ketika aku tidak tergugah saat ada yang benar-benar mencintaiku
Ya, benar kata pepatah:
"Benang baru habis setelah ulat sutera mati
Air mata akan kering saat lilin menjadi abu"

Penyesalan memang selalu datang terakhir

Itu semua berkat satu malam
"Malam sebelum datang badai, langit tampak cerah"
Sejak itu, sulit bagiku untuk mengulang waktu
Sama saja dengan lirik lagu Ratih Purwasih

Saat ini, aku hanya bisa meminta maaf
Meski, aku tahu tiada maaf bagiku
Namun, aku tetap percaya
Kelak, kau akan memaafkanku
Mungkin, tidak saat ini atau di penitisan selanjutnya...

"Ah, duka di hatiku
Kenapa tiada orang lain?
Karena dikau
Aku bersenandung hingga kini...
"


*        *       *

*        *       *
Fiksi lainnya:
- Kado Ultah Terakhir Alena
- Permintaan Terakhir
- Helena

*        *       *

- Jakarta, 17 Juni 2015

1 komentar:

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)